Pagi itu Ronald bangun lebih awal dari biasanya.
Langit Surabaya terlihat cerah dari balik jendela hotel. Cahaya matahari perlahan memenuhi kamar, tetapi pikiran Ronald justru masih tertuju pada pesan misterius yang diterimanya malam tadi.
Ia duduk di tepi ranjang sambil memandangi ponselnya.
Tidak ada pesan baru.
Namun beberapa menit kemudian, layar ponselnya kembali menyala.
Satu pesan masuk.
«Saya sudah di Surabaya. Kita bertemu pukul sepuluh. Ada sesuatu yang perlu saya sampaikan mengenai proyek.»
Ronald membaca pesan tersebut dengan saksama.
Kali ini ada sedikit penjelasan.
Proyek.
Mungkin memang berkaitan dengan pekerjaannya.
Namun tetap saja, ia merasa ada sesuatu yang tidak biasa.
Ronald segera menghubungi Fania.
Panggilan tersambung setelah beberapa detik.
"Halo, Nald."
"Fan, aku dapat pesan lagi."
Fania yang sedang sarapan langsung menghentikan gerakannya.
"Dia bilang apa?"
"Katanya sudah di Surabaya dan mau bertemu jam sepuluh. Katanya ada sesuatu yang perlu dibicarakan soal proyek."
Fania mengangguk perlahan.
"Berarti mungkin memang urusan kerja."
"Mungkin."
"Kamu mau ketemu?"
"Iya."
"Di mana?"
"Di kafe dekat hotel."
Fania berpikir sejenak.
"Kalau begitu jangan sendiri."
Ronald tersenyum kecil.
"Aku sudah minta Dimas ikut."
Dimas merupakan salah satu staf kepercayaannya yang ikut dalam perjalanan dinas tersebut.
"Bagus."
Fania kemudian terdiam beberapa detik.
"Kamu hati-hati, ya."
"Pasti."
Tiba-tiba suara putra mereka terdengar dari kejauhan.
"Mama! Papa siapa?"
Fania tersenyum.
"Papa."
Anak kecil itu langsung berlari mendekat.
"Papa!"
Wajah Ronald seketika berubah cerah.
"Pagi, Jagoan."
"Papa pulang hari ini?"
"Belum."
"Besok?"
Ronald tertawa.
"Besok."
Anak itu menghitung menggunakan jarinya.
"Berarti tinggal satu."
"Iya. Tinggal satu."
"Jangan lama-lama."
"Papa juga kangen."
Anak itu tersenyum puas.
Setelah berbicara sebentar dengan putranya, Ronald kembali menatap Fania.
"Aku kabarin setelah selesai."
"Janji?"
"Janji."
Panggilan berakhir.
Ronald memas…
RONALD & FANIA
BAB 157
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments