Dua hari berlalu sejak Ronald memberi tahu bahwa ia harus berangkat ke Singapura.
Tidak ada pembahasan lagi mengenai perjalanan itu.
Bukan karena semuanya sudah selesai.
Melainkan karena tidak ada satu pun dari mereka yang tahu harus memulai dari mana.
Pagi itu, Ronald turun ke ruang makan lebih awal.
Di atas meja sudah tersaji sarapan lengkap.
Di samping piringnya terdapat sebuah map kecil berisi dokumen perjalanan yang telah dirapikan.
Paspor.
Tiket.
Kartu identitas.
Semuanya tersusun rapi.
Ronald menatap map itu beberapa detik.
"Fan..."
Fania keluar dari dapur sambil membawa segelas kopi.
"Ada yang kurang?"
Ronald menggeleng.
"Nggak."
"Kamu yang siapin semua?"
"Iya."
"Makasih."
Fania hanya tersenyum kecil.
"Aku cuma takut ada yang ketinggalan."
Ronald menundukkan kepala.
Kalimat itu terdengar biasa.
Namun ia tahu...
Yang dirapikan Fania hanya barang-barangnya.
Bukan lagi perasaannya.
Dulu, saat Ronald hendak bepergian, Fania akan sibuk bertanya.
"Hotelnya di mana?"
"Nanti sempat video call, kan?"
"Pulang hari apa?"
Sekarang...
Tidak ada satu pun pertanyaan itu.
Seolah perjalanan Ronald bukan lagi sesuatu yang perlu ia khawatirkan.
Setelah sarapan, Ronald mengangkat koper ke ruang tamu.
Putra mereka langsung berlari menghampiri.
"Papa mau kerja lagi?"
"Iya, Nak."
"Jauh?"
"Iya."
Anak kecil itu langsung memeluk kaki Ronald.
"Cepat pulang ya."
Ronald tersenyum sambil mengusap kepala putranya.
"Iya."
"Aku janji."
Ronald kemudian mengangkat wajahnya.
Matanya mencari Fania.
Wanita itu berdiri tidak jauh dari pintu.
"Tolong jaga diri ya."
Ucap Ronald pelan.
Fania mengangguk.
"Mas juga."
"Hm."
"Lancar kerjanya."
"Iya."
Percakapan mereka kembali selesai.
Hanya beberapa kalimat.
Namun meninggalkan rasa hampa yang semakin besar.
Mobil yang menjemput Ronald akhirnya datang.
Ia memasukkan koper ke bagasi.
Sebelum naik, ia kembali menoleh ke arah rumah.
Fania masih berdiri di teras bersama putra mereka.
Ronald mengangkat tangan.
Putra mereka membalas dengan semangat.
…
RONALD & FANIA
BAB 125
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments