Pagi datang dengan ritme yang berbeda. Lebih ringan dan lebih tenang. Tidak ada lagi rasa terburu-buru yang biasanya muncul bahkan sebelum hari benar-benar dimulai.
Tidak ada pikiran yang saling bertabrakan di kepala. Tidak ada perasaan yang menggantung tanpa arah. Semuanya terasa lebih teratur dan lebih selaras.
Fania berdiri di depan jendela kamar hotel. Kedua tangannya terlipat santai di depan tubuhnya. Pandangannya jatuh ke jalanan di bawah sana.
Kota itu sudah bangun. Orang-orang mulai bergerak dengan tujuan masing-masing. Ada yang berjalan cepat, ada yang santai, ada yang tampak sibuk dengan ponsel di tangan.
Mobil berlalu-lalang. Lampu lalu lintas berganti warna. Suara kota mulai hidup. Dan entah kenapa kali ini, Fania tidak merasa terpisah dari semua itu. Ia justru merasa menjadi bagian.
Di belakangnya, suara kecil terdengar. Langkah dan gerakan, Ronald sedang bersiap.
Kemeja rapi sudah dikenakan. Lipatannya bersih, presisi. Jam tangan melingkar di pergelangan tangannya. Rambutnya tertata, seperti biasa. Aura profesionalnya kembali terlihat jelas. Namun kali ini tidak terasa dingin. Tidak terasa jauh.
Fania menoleh, memperhatikannya beberapa detik. Ada sesuatu yang berbeda dari cara ia melihat Ronald sekarang. Bukan lagi penuh pertanyaan. Bukan lagi penuh asumsi. Lebih menerima.
Ronald menangkap tatapan itu. Ia tersenyum tipis, tidak berlebihan. Namun cukup untuk menunjukkan bahwa ia sadar.
“Ada meeting pagi ini,” ujarnya. Nada suaranya santai, tidak defensif. Tidak juga menjaga jarak seperti sebelumnya.
Fania mengangguk. “Iya, aku tau.” Suaranya tenang dan natural.
Tidak ada rasa tidak nyaman yang dulu sering muncul dalam percakapan sederhana seperti ini. Tidak ada pikiran berlebih yang berusaha membaca makna tersembunyi. Semua terasa apa adanya.
Ronald melangkah mendekat, pelan. Berhenti tepat di depan Fania. Jarak mereka dekat. Namun tidak menekan.
“Kamu mau keluar bersama Fania?”
Fania tersenyum kecil. “Iya. Mau jalan-jalan.”
Ronald mengangguk. “Enjoy.…
RONALD & FANIA
BAB 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments