Hari ketiga di Singapura.
Ronald terbangun lebih awal dari biasanya.
Ia duduk di tepi ranjang hotel sambil memandangi langit yang masih gelap.
Sudah tiga malam ia tidur sendirian.
Aneh.
Dulu, perjalanan dinas seperti ini terasa biasa saja.
Sekarang justru terasa begitu panjang.
Bukan karena pekerjaannya lebih berat.
Melainkan karena ada rasa hampa yang terus mengikutinya ke mana pun ia pergi.
Sebelum bersiap menghadiri rapat, Ronald membuka ponselnya.
Ia melihat foto Fania dan putra mereka.
Tanpa sadar, senyum kecil terukir di wajahnya.
Namun senyum itu segera menghilang ketika ia teringat bagaimana dinginnya percakapan mereka akhir-akhir ini.
Ia mengetik sebuah pesan.
«Pagi. Udah sarapan belum?»
Kali ini, ia benar-benar mengirimnya.
Di rumah, Fania baru saja selesai menyisir rambut putra mereka.
Ponselnya berbunyi.
Ia sedikit terkejut melihat nama Ronald muncul lebih dulu.
Perlahan ia membuka pesannya.
Senyum kecil tanpa sadar menghiasi wajahnya.
Ia membalas,
«Belum. Lagi siapin sarapan. Mas sendiri?»
Beberapa detik kemudian Ronald membalas.
«Belum juga. Mau berangkat meeting.»
Percakapan itu berhenti lagi.
Padahal keduanya sama-sama menunggu balasan berikutnya.
Namun tidak ada yang berani melanjutkan.
Putra mereka menarik ujung baju Fania.
"Mama."
"Iya?"
"Itu Papa?"
"Iya."
"Aku mau ngomong."
Fania tersenyum.
"Nanti ya, Sayang."
Ia sebenarnya ingin langsung menelepon Ronald.
Namun kembali mengurungkan niat.
Takut mengganggu jadwal rapat suaminya.
Di ruang rapat, Ronald beberapa kali melirik ponselnya.
Entah kenapa, ia berharap Fania mengirim pesan lagi.
Mungkin sekadar mengingatkan makan.
Atau bertanya kapan ia pulang.
Namun hingga rapat selesai, tidak ada notifikasi baru.
Ronald menghela napas pelan.
Ia mulai merasa bahwa hanya dirinya yang sedang berusaha membuka percakapan.
Padahal yang sebenarnya terjadi, Fania sedang berusaha menahan dirinya agar tidak dianggap terlalu bergantung.
Siang hari, Chaerlina kembali datang menemui Fania.
Ia membawa beberap…
RONALD & FANIA
BAB 127
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments