Keputusan itu tidak datang tiba-tiba. Ia tidak muncul seperti kilat yang menyambar. Tidak juga seperti jawaban yang langsung terasa benar. Namun juga tidak butuh waktu terlalu lama. Lebih seperti sesuatu yang perlahan terbentuk.
Dari potongan-potongan kecil, dari percakapan, dari diam, dari hal-hal yang selama ini dihindari.
Malam itu, setelah percakapan panjang di villa, Fania tidak langsung tidur. Lampu kamar sudah dimatikan. Namun ia tetap berdiri di balkon.
Udara dingin menyentuh kulitnya, menusuk tipis. Namun tidak cukup untuk menenangkan pikirannya. Ia memeluk dirinya sendiri. Bukan karena dingin namun karena pikirannya terlalu penuh.
Semua yang dikatakan Livia dan Chaerlina berputar. Berulang tanpa henti. Tentang pilihan, tentang konsekuensi, tentang diam yang ternyata bukan lagi netral. Ia mencoba mengabaikan.
Namun tidak bisa karena untuk pertama kalinya semua itu terasa masuk akal. Dan itu justru yang paling mengganggu. Fania menatap jauh ke depan.
Kabut masih menggantung. Lampu-lampu kecil terlihat samar di kejauhan. Namun ia tidak benar-benar melihat. Pikirannya ada di tempat lain.
Di masa lalu. Di hal-hal kecil yang dulu ia anggap biasa yang dulu ia tolak secara halus. Yang dulu ia kira tidak penting. Sekarang semuanya terasa berbeda.
Sekarang semuanya terasa berarti. Dan perlahan sesuatu muncul. Bukan kepastian namun dorongan kecil. Namun cukup kuat untuk tidak diabaikan.
Kalau ia terus diam ia tidak akan pernah tahu. Dan kali ini ia tidak yakin ia siap hidup dengan ketidaktahuan itu.
Ia menutup mata sejenak, menarik napas panjang. Lalu membukanya lagi. Dan untuk pertama kalinya ia tidak mencari alasan untuk mundur.
***
Dua hari kemudian, keputusan itu menjadi nyata. Fania berdiri di bandara. Dengan koper di sampingnya. Orang-orang berlalu-lalang. Pengumuman terdengar samar di atas. Suasana sibuk namun teratur.
Tatapannya lurus ke depan namun pikirannya masih penuh. Bukan ragu namun belum sepenuhnya tenang.
Livia berdiri di sampingnya, lebih santai. Ta…
RONALD & FANIA
BAB 32
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments