Pagi itu, Ronald bangun dengan perasaan yang sedikit berbeda.
Matanya langsung tertuju pada kalender yang tergantung di dinding kamar.
Hari ini...
Tepat hari jadi pernikahan mereka.
Beberapa tahun lalu, tanggal ini selalu menjadi salah satu hari yang paling ditunggu oleh Fania.
Ia akan bangun lebih pagi.
Memasak makanan kesukaan Ronald.
Menghias meja makan dengan bunga-bunga kecil.
Lalu menyiapkan kejutan sederhana yang selalu berhasil membuat Ronald tersenyum.
Kini...
Rumah tetap terasa sama seperti biasanya.
Tidak ada hiasan.
Tidak ada balon.
Tidak ada aroma kue yang dipanggang sejak subuh.
Semuanya terlihat seperti hari-hari biasa.
Ronald menghela napas pelan.
Apa mungkin...
Fania benar-benar sudah melupakannya?
Di dapur, Fania sedang menyiapkan sarapan seperti biasa.
Wajahnya terlihat tenang.
Padahal sejak membuka mata tadi pagi, ia sudah berkali-kali melirik laci tempat hadiah Ronald disimpan.
Bukan karena ia lupa.
Justru karena ia terlalu mengingatnya.
Namun kali ini, ia tidak lagi memiliki keberanian untuk membuat kejutan seperti dulu.
Ia takut berharap terlalu banyak.
Takut jika Ronald pulang larut malam.
Atau bahkan lupa tanggal hari ini.
Karena itu, ia memilih bersikap biasa saja.
"Pagi."
Sapa Ronald sambil menarik kursi.
"Pagi, Mas."
"Kopi?"
"Udah aku buat."
"Terima kasih."
Mereka kembali larut dalam keheningan.
Ronald beberapa kali menunggu.
Mungkin Fania akan berkata,
"Selamat hari jadi pernikahan."
Namun tidak ada.
Fania hanya sibuk menyendokkan bubur ke mangkuk putra mereka.
Sementara Fania juga diam-diam menunggu.
Berharap Ronald menjadi orang pertama yang mengingat.
Sayangnya...
Ronald pun memilih diam.
Bukan karena lupa.
Melainkan karena ia sudah menyiapkan kejutan malam nanti.
Ia ingin memberi ucapan secara langsung.
Dengan makan malam sederhana.
Tanpa menyadari bahwa diamnya justru sedang disalahartikan oleh Fania.
Saat Ronald hendak berangkat kerja, Fania menyerahkan tas kantornya.
"Hati-hati."
"Iya."
Ronald sempat ingin mengatakan sesuatu…
RONALD & FANIA
BAB 135
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments