Jarum jam menunjukkan pukul sebelas lewat ketika mobil Ronald akhirnya memasuki halaman rumah.
Ia mematikan mesin dengan napas yang masih memburu.
Di kursi sebelahnya masih terletak buket bunga, sebuah kotak hadiah kecil, dan rasa bersalah yang sejak tadi memenuhi dadanya.
"Mudah-mudahan mereka belum tidur."
Bisiknya pelan.
Ronald segera mengambil semua barang itu lalu berlari kecil menuju pintu rumah.
Rumah sudah gelap.
Hanya lampu teras yang masih menyala redup.
Ronald membuka pintu perlahan agar tidak menimbulkan suara keras.
Begitu masuk, matanya langsung tertuju ke ruang makan.
Meja masih tertata rapi.
Piring-piring masih berada di tempatnya.
Lauk-pauk telah ditutup tudung saji.
Di tengah meja terdapat taplak baru yang jarang dipakai Fania.
Ronald menghentikan langkahnya.
Dadanya mendadak terasa sesak.
Tangannya perlahan menyentuh kursi yang masih sedikit bergeser.
Seolah baru saja ditinggalkan.
Ia membayangkan Fania dan putra mereka duduk di sana.
Menunggu kepulangannya.
Menunggu cukup lama.
Sampai akhirnya memilih masuk ke kamar.
Pandangan Ronald kemudian tertuju pada sebuah kertas kecil di samping teko teh.
Tulisan tangan Fania yang rapi langsung ia kenali.
"Makanannya sudah aku hangatkan dua kali. Kalau sudah dingin lagi, tinggal dipanaskan sebentar. Selamat makan, Mas."
Tidak ada kalimat lain.
Tidak ada keluhan.
Tidak ada pertanyaan.
Namun justru kesederhanaan tulisan itu membuat Ronald merasa jauh lebih bersalah.
"Maaf..."
Bisiknya lirih.
Ronald masuk ke dapur.
Di dalam kulkas, ia menemukan kue kecil yang tadi ia pesan.
Masih utuh.
Belum tersentuh.
Ia tersenyum pahit.
Ternyata kejutan yang ia siapkan tidak pernah benar-benar sampai kepada Fania.
Dengan langkah pelan, Ronald menuju kamar.
Pintu terbuka sedikit.
Di dalam, lampu tidur menyala redup.
Fania sudah tertidur sambil memeluk putra mereka.
Anak kecil itu masih menggenggam mobil-mobilan hadiah dari Singapura.
Sedangkan Fania tampak sangat lelah.
Ronald berdiri cukup lama di depan pintu.
Ia ti…
RONALD & FANIA
BAB 136
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments