Restoran hotel itu tenang dan terlihat elegan. Lampu-lampu gantung memantulkan cahaya hangat ke setiap meja.
Suara percakapan rendah, sendok dan gelas beradu pelan. Semuanya terasa rapi, terkontrol. Seolah tidak ada ruang untuk kekacauan.
Sampai langkah Fania masuk ke dalamnya, tajam. Pasti, tidak ragu.
Pintu kaca tertutup pelan di belakangnya, meredam suara luar yang sempat masuk sesaat. Namun kehadirannya tidak bisa diredam. Ada sesuatu dari caranya berjalan. Cara bahunya tegak. Cara matanya fokus. Membuat beberapa orang tanpa sadar menoleh.
Matanya langsung menyapu ruangan, sekali, dua kali. Ia tidak terburu-buru. Tapi juga tidak santai. Ada tujuan di setiap gerakannya. Seolah ia sudah tahu apa yang akan ia temukan dan hanya sedang memastikan.
Dan ia menemukannya, Ronald.
Duduk di salah satu meja dekat jendela. Cahaya dari luar yang mulai redup memantul di kaca, membingkai sosoknya dari samping. Di depannya, Valencia.
Makanan tersaji rapi, gelas setengah penuh. Percakapan mengalir dengan santai, ringan.
Seolah dunia baik-baik saja.
Langkah Fania melambat, satu detik, dua detik. Ada jeda kecil bukan karena ragu. Lebih seperti menahan sesuatu agar tidak tumpah terlalu cepat. Namun ia tidak berhenti.
Di belakangnya, Livia dan Mark berdiri. Tidak terlalu dekat namun cukup untuk berjaga.
Livia menatap punggung Fania dengan cemas yang ia sembunyikan. Ia tahu ekspresi itu. Tenang di luar tapi berisik di dalam.
Mark, di sampingnya, hanya menyilangkan tangan, mengamati. Siap jika keadaan memburuk. Namun ia juga paham ini bukan tempat mereka untuk masuk.
Memberi ruang, karena mereka tahu ini bukan momen untuk ikut campur. Ini milik Fania dan Ronald.
Fania berhenti tepat di samping meja itu, beberapa detik tidak ada yang bicara. Waktu terasa seperti melambat.
Suara restoran tetap berjalan namun di meja itu, semuanya seolah ditarik keluar.
Valencia yang pertama menyadari. Ia menoleh, dan ekspresinya berubah. Terkejut.
“Fania?” Suara itu pelan. Namun cukup untuk memecah kehen…
RONALD & FANIA
BAB 33
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments