Sore mulai turun perlahan. Langit di atas gedung-gedung tinggi berubah warna. Cahaya matahari meredup meninggalkan sisa jingga yang sebentar lagi hilang.
Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu. Menggantikan peran cahaya yang sejak pagi menemani. Di dalam ruang kerjanya Fania masih duduk di depan laptop.
Layar penuh angka, dokumen terbuka di beberapa tab. Notifikasi kecil sesekali muncul mengingatkan bahwa masih ada hal yang harus diselesaikan.
Hari itu padat. Lebih padat dari yang ia bayangkan sejak pagi. Rapat berturut-turut. Pekerjaan yang datang hampir bersamaan. Keputusan-keputusan kecil yang harus diambil cepat. Biasanya hari seperti ini akan membuat kepalanya terasa penuh. Dadanya sesak tanpa alasan jelas.
Namun kali ini tidak. Ia tetap lelah. Itu tidak bisa dihindari. Namun lelahnya wajar. Tidak berlebihan dan tidak menguras sampai ke dalam. Seolah ada sesuatu yang menahan beban itu agar tidak jatuh terlalu dalam.
Fania menyandarkan punggungnya sejenak. Menghela napas pelan. Matanya terpejam beberapa detik. Bukan untuk lari namun untuk memberi ruang kecil bagi dirinya sendiri.
Lalu ia membuka mata lagi, melirik jam di pergelangan tangannya. Hampir waktu pulang. Namun tangannya belum berhenti. Ia kembali menatap layar. Mengetik, merapikan, dan menyelesaikan satu hal terakhir.
Fokus. Ia tidak ingin membawa sisa pekerjaan ke rumah. Hari ini ia ingin benar-benar pulang.
Beberapa menit berlalu, suara ketikan menjadi lebih pelan lalu berhenti. Dan selesai.
Fania menarik napas panjang, menghembuskannya perlahan. Ada rasa lega kecil yang muncul. Namun sebelum ia sempat benar-benar berdiri ponselnya bergetar.
Pesan masuk, Fania melirik. Nama yang muncul membuat sudut bibirnya sedikit terangkat. Ronald. Ia membuka pesan itu.
“Sudah selesai?” Singkat seperti biasa. Namun entah kenapa terasa berbeda sekarang.
Dulu mungkin hanya pertanyaan biasa. Sekadar memastikan, sekarang terasa seperti seseorang yang benar-benar menunggu.
Fania mengetik. “Sedikit lagi.”
Ia tida…
RONALD & FANIA
BAB 54
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments