Hari-hari setelah Fania keluar dari rumah sakit berjalan jauh lebih tenang.
Rumah yang dulu dipenuhi kesalahpahaman kini perlahan berubah menjadi tempat yang selalu ingin Ronald tuju setiap kali pekerjaannya selesai.
Pukul lima sore, Ronald menutup laptopnya. Salah seorang rekan kerja menghampiri.
"Ron, ikut makan malam bareng, yuk."
Ronald tersenyum meminta maaf.
"Lain kali aja."
"Cepat amat pulangnya."
"Istri lagi pemulihan."
Jawaban itu membuat rekannya mengangguk paham.
"Wah, pantas."
Ronald meraih tas kerjanya lalu segera berjalan menuju parkiran.
Di sepanjang perjalanan pulang, ia sempat berhenti di sebuah toko buah. Ia memilih apel, jeruk, dan beberapa buah kesukaan Fania.
Setelah itu, ia mampir ke toko bunga kecil di pinggir jalan.
"Mas, buket yang sederhana aja."
Penjual bunga tersenyum.
"Untuk istri ya?"
Ronald mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Iya."
Tak lama kemudian, sebuah buket bunga berwarna putih dan merah muda selesai dirangkai.
Ronald menerimanya dengan hati-hati.
Bukan karena hari itu adalah hari ulang tahun Fania.
Bukan pula hari pernikahan mereka.
Ia hanya ingin memberi sesuatu tanpa menunggu momen tertentu.
Sesampainya di rumah, suara langkah kecil langsung menyambutnya.
"Papa pulang!"
Putra mereka berlari kecil menghampiri.
Ronald berjongkok lalu memeluknya.
"Jagoan lagi ngapain?"
"Temenin Mama baca buku."
Ronald tersenyum.
"Mana Mama?"
"Di teras."
Ronald melangkah ke arah teras belakang.
Di sana, Fania sedang duduk menikmati angin sore sambil membaca sebuah novel.
Mendengar suara langkah kaki, ia mengangkat wajah.
"Nald?"
"Kok cepat?"
Ronald mengangkat buket bunga yang sejak tadi disembunyikan di belakang punggungnya.
"Ini buat kamu."
Fania terdiam beberapa detik.
Matanya membulat penuh kejutan.
"Buat... aku?"
"Iya."
"Kenapa?"
Ronald tersenyum hangat.
"Memangnya harus ada alasan?"
Fania menerima bunga itu dengan hati-hati.
Aroma lembut bunga segar memenuhi udara di sekitar mereka.
Sudah lama sekali ia tidak menerima kejutan sederhana sepert…
RONALD & FANIA
BAB 147
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments