Pintu kamar mandi tertutup rapat. Suara kliknya masih terasa menggema di kepala Fania, seolah menegaskan bahwa ia kini benar-benar sendirian setidaknya secara fisik. Ia masih bersandar di balik pintu, punggungnya menempel pada permukaan dingin itu.
Matanya terpejam, napasnya belum sepenuhnya teratur. Ada sesuatu yang memenuhi dadanya. Padat dan menekan, namun tak memiliki bentuk yang jelas.
Atau mungkin ia sengaja tidak memberinya bentuk. Beberapa detik berlalu, hanya keheningan. Namun bukan hening yang menenangkan.
Lebih seperti ruang kosong yang justru membuat pikirannya semakin berisik. Perlahan, ia mendorong tubuhnya menjauh dari pintu. Langkahnya pelan dan hampir ragu.
Seolah setiap gerakan membutuhkan tenaga lebih. Ia berjalan ke arah ranjang. Duduk dan terdiam. Tangannya terlipat di pangkuan. Jari-jarinya saling menggenggam tanpa sadar.
Pikirannya kembali ke sana, ke halaman belakang, ke percakapan itu, ke wanita itu, dan pertanyaan Ronald.
“Kau cemburu?” Fania mendengus pelan. Hampir seperti menolak.
“Tak mungkin,” gumamnya, cepat dan refleks.
Namun begitu kata-kata itu keluar, ia sendiri merasakannya. Terasa kosong dan tidak meyakinkan. Seolah hanya sekadar jawaban yang ingin ia percayai.
Klik
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Fania menoleh, diam beberapa detik. Seolah berharap suara itu tidak nyata. Namun tidak, ia melihat Ronald.
Pria itu berdiri di sana. Seperti biasa terlihat tenang dan terkontrol. Namun kali ini tatapannya berbeda, lebih dalam. Lebih lama, seolah tidak hanya melihat. Tapi mencoba memahami.
“Ada apa?” tanya Fania. Nada suaranya kembali datar, telah terlatih. Seolah semua yang terjadi tadi tidak meninggalkan apa-apa.
Ronald tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya. Beberapa detik seolah menimbang. Apakah ia akan mendorong. Atau menahan diri.
“Aku ingin istirahat" ujarnya akhirnya. Alasan sederhana dan masuk akal. Namun jelas bukan itu saja. Fania menggeser tubuhnya, memberi jalan. Tanpa komentar.
Ronald mendekat, langkahnya…
RONALD & FANIA
BAB 17
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments