Langkah mereka keluar dari klinik terasa lebih ringan. Seolah sesuatu yang sempat samar kini mulai memiliki arah.
Fania berjalan di samping Ronald. Masih menggenggam hasil konsultasi di tangannya. Kertas itu terlipat rapi, namun sesekali ia meremasnya tanpa sadar. Bukan karena cemas melainkan karena perasaan yang belum sepenuhnya ia pahami.
Namun bukan itu yang ia rasakan paling jelas. Melainkan perasaan tenang yang pelan-pelan menetap. Bukan tenang yang kosong. Bukan juga tenang karena tidak ada masalah. Tapi tenang yang datang karena ia tidak lagi merasa sendirian menghadapi semuanya.
Ia menoleh, melihat Ronald. Pria itu berjalan seperti biasa. Tenang dan terkontrol. Langkahnya stabil, pandangannya lurus ke depan. Namun hari ini ada sesuatu yang berbeda. Lebih hidup dan lebih hadir.
Bukan hanya secara fisik tapi juga secara perasaan. Seolah ia tidak lagi hanya berjalan di samping Fania tapi benar-benar ada di dalam perjalanan yang sama.
“Lapar?” tanya Ronald tiba-tiba.
Fania mengangkat alis. Sedikit terkejut dengan perubahan suasana yang begitu cepat. Lalu tersenyum kecil.
“Lumayan.”
Ronald mengangguk singkat.
Seperti biasa, tidak banyak kata namun cukup jelas.
“Ke mall saja.” Sederhana, tanpa penjelasan panjang. Tanpa pilihan alternatif. Namun entah kenapa terdengar seperti ajakan kecil untuk merayakan sesuatu.
Bukan perayaan besar, bukan sesuatu yang harus dirayakan dengan ramai. Tapi perayaan diam-diam atas keberanian mereka menghadapi satu langkah hari ini.
Fania tidak menolak. Ia justru mengangguk lebih cepat dari yang ia sadari.
“Iya.”
Mobil melaju pelan menuju mall. Sepanjang perjalanan, mereka tidak banyak bicara. Namun kali ini diamnya terasa berbeda. Bukan karena kehabisan topik, bukan karena canggung.
Lebih seperti dua orang yang sama-sama sedang mencerna sesuatu, namun tidak perlu terburu-buru membaginya. Dan itu nyaman.
Mall itu cukup ramai, suasana siang hari. Orang-orang berlalu-lalang. Langkah kaki, suara tawa, percakapan yang saling bertumpuk. Su…
RONALD & FANIA
BAB 52
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments