Sejak malam itu, hubungan Ronald dan Fania perlahan mulai mencair.
Mereka mulai kembali mengobrol, meski hanya tentang hal-hal sederhana.
Tentang menu makan siang.
Tentang kegiatan putra mereka.
Tentang pekerjaan Ronald.
Tidak banyak.
Namun jauh lebih baik dibanding beberapa minggu sebelumnya yang dipenuhi keheningan.
Ronald benar-benar berusaha menepati janjinya.
Ia pulang lebih cepat jika tidak ada pekerjaan mendesak.
Ia membantu membereskan meja makan.
Sesekali membantu memandikan putra mereka.
Hal-hal kecil yang dulu jarang ia lakukan kini menjadi rutinitas baru.
Fania memperhatikan semua perubahan itu.
Setiap hari.
Diam-diam.
Ia tahu Ronald sedang berusaha.
Dan ia menghargai semua usaha itu.
Namun setiap kali hatinya mulai ingin kembali bersandar, bayangan masa lalu selalu muncul.
Kalimat yang pernah Ronald ucapkan...
"Belajar mandiri."
"Jangan terlalu bergantung."
Masih terdengar jelas di telinganya.
Luka itu memang mulai mengering.
Tetapi belum benar-benar sembuh.
Suatu sore, Ronald pulang sambil membawa beberapa kantong belanja.
"Fan."
"Iya?"
"Aku beli buah."
Fania menghampiri.
"Kenapa banyak?"
"Dokter bilang kamu kurang makan."
Fania menatap Ronald.
"Mas ingat?"
"Tentu."
"Kesehatan kamu penting."
Kalimat itu membuat hati Fania menghangat.
Ia tersenyum pelan.
"Terima kasih."
Beberapa hari kemudian, Ronald bahkan mulai membiasakan diri menghubungi Fania saat jam makan siang.
"Halo."
"Halo, Mas."
"Lagi ngapain?"
"Lagi nyuapin anak makan."
"Kamu sendiri udah makan?"
"Udah."
"Jangan bohong."
Fania tertawa kecil.
"Baru mau."
"Nah."
"Makan dulu."
"Jangan telat."
Percakapan mereka hanya berlangsung beberapa menit.
Namun setelah telepon ditutup, Fania menyadari sesuatu.
Sudah lama sekali Ronald tidak mengingatkannya makan.
Hal kecil itu berhasil membuat harinya terasa lebih ringan.
Malam harinya, Chaerlina kembali datang berkunjung.
Melihat Ronald sedang membantu mencuci piring, matanya langsung membulat.
"Wah."
"Pak Ronald berubah."
Ronald tersenyum malu.
"…
RONALD & FANIA
BAB 138
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments