Sore mulai bergeser pelan menuju malam. Cahaya di luar jendela kantor Fania berubah lembut. Warna langit yang tadi terang kini memudar digantikan gradasi gelap yang perlahan turun.
Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu. Seperti bintang yang sengaja ditaruh lebih dekat ke bumi. Di dalam ruangan tawa mereka masih tersisa.
Suara itu tidak lagi sekeras beberapa menit lalu, namun cukup untuk meninggalkan jejak hangat di udara. Obrolan belum benar-benar ingin selesai. Topik masih bisa terus berkembang.
Dari hal serius ke hal yang sama sekali tidak penting. Namun waktu tidak pernah benar-benar menunggu.
Fania melirik jam di meja.
“Sudah sore.” Ujarnya pelan. Nada suaranya tidak memaksa. Namun cukup untuk menyadarkan.
Livia langsung menghela napas panjang.
“Cepat sekali.” Nada suaranya setengah protes. Seperti anak kecil yang belum ingin pulang.
Chaerlina mengangkat bahu. “Namanya juga kita.” Singkat namun benar.
Kalau sudah bertiga, waktu selalu terasa lebih cepat. Seolah percakapan mereka punya ritme sendiri yang tidak mengikuti jam.
Fania tersenyum kecil. Matanya sedikit menyipit karena sisa tawa. Ia mulai merapikan beberapa berkas di mejanya. Gerakannya santai, tidak tergesa.
“Besok kita lanjutkan.” katanya ringan.
Livia langsung mengangguk. “Harus.” Nada suaranya serius namun ekspresinya masih santai.
Seolah itu bukan sekadar rencana, tapi sudah jadi kebiasaan. Namun belum sempat mereka benar-benar berdiri ponsel Livia bergetar.
Ia melirik layar dan langsung tersenyum. Senyum yang berbeda, yang lebih refleks dan lebih personal.
“Dijemput.” ujarnya singkat, nada suaranya berubah lebih ringan dan lebih hidup.
Chaerlina langsung menyeringai. “Mark?”
Livia mengangguk.
“Siapa lagi.” Nada jawabannya cepat, seolah tidak perlu dijelaskan.
Fania hanya memperhatikan. Senyum kecil muncul di wajahnya. Ada sesuatu yang hangat melihat itu. Bukan karena iri tapi karena memahami.
Beberapa detik kemudian ponsel Chaerlina ikut berbunyi. Ia mengangkat alis, melihat layar.
“Timing…
RONALD & FANIA
BAB 56
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments