Hari itu Fania tidak menunggu Ronald pulang, bukan karena ia tidak peduli, bukan juga karena ia sudah tidak ingin lagi, tapi karena perlahan ia mulai belajar bahwa menunggu tidak selalu berakhir dengan kedatangan.
Ia tetap menjalani harinya seperti biasa, mengurus putra mereka, mengurus pekerjaan butik yang semakin padat.
Dan mencoba mengisi setiap celah waktu kosong dengan sesuatu yang membuatnya tidak sempat terlalu banyak berpikir.
Namun ada hal kecil yang berubah, Fania tidak lagi mengirim pesan lebih dulu, tidak lagi bertanya "kamu pulang jam berapa?"
Tidak lagi mengirim foto makanan atau aktivitas kecil di rumah, ponselnya tetap ada di dekatnya, tapi tidak lagi menjadi tempat ia menaruh harapan.
***
Sore itu Livia datang ke rumah seperti biasa, membawa beberapa dokumen dan laporan butik namun begitu melihat Fania, ia langsung tahu ada sesuatu yang berbeda.
"Kamu kurusan," ucap Livia sambil duduk.
Fania tersenyum kecil. "Benarkah?"
"Iya."
"Lagi sibuk aja." Jawaban itu terdengar ringan, terlalu ringan seolah tidak ada masalah, padahal justru itu yang paling mengkhawatirkan.
Livia memperhatikan Fania beberapa detik. "Kamu masih mikirin Ronald?"
Fania diam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Tapi bukan seperti dulu."
"Maksudnya?"
"Aku nggak tahu cara menjelaskannya." Fania menatap tangannya sendiri. "Aku masih sayang dia."
"Tapi aku mulai capek berharap dia ada di setiap momen."
Livia terdiam, karena kalimat itu bukan keluhan, itu adalah pengakuan seseorang yang sedang perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan kehilangan kecil setiap hari.
Di sisi lain, Ronald juga mulai merasakan perubahan itu namun berbeda bentuk, ia masih sibuk seperti biasa, rapat, perjalanan bisnis, telepon yang tidak pernah berhenti.
Tapi setiap kali ia pulang, ada sesuatu yang terasa berbeda di rumah, rumah yang dulu selalu terasa hidup meski hanya dengan suara kecil Fania di dapur, kini terasa lebih hening, terlalu hening.
Malam itu Ronald pulang lebih awal, ini bukan karena sengaja, hanya kare…
RONALD & FANIA
BAB 99
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments