Pagi menyapa, hari ini terasa berbeda. Bukan karena cahaya yang masuk dari jendela. Bukan karena suara rumah yang tetap tenang seperti biasanya. Dan bukan juga karena rutinitas yang berubah. Semuanya masih sama.
Namun ada sesuatu yang tidak terlihat yang mengubah cara Fania memandang hari itu.
Tujuan, itu yang berbeda.
Fania berdiri di depan cermin. Pantulan dirinya terlihat jelas rapi, tenang, seperti hari-hari lain. Namun gerakan tangannya sedikit lebih pelan.
Ia merapikan rambutnya, menyentuh ujungnya, membetulkan beberapa helai yang sebenarnya sudah rapi. Bukan karena perlu namun karena pikirannya sedang sibuk.
Ada rasa tegang, bukan takut. Bukan juga ragu. Lebih seperti menunggu sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Antisipasi, sesuatu yang baru. Sesuatu yang belum pernah ia jalani.
Di belakangnya, pintu kamar mandi terbuka.
Ronald keluar, kemejanya sudah terpasang rapi. Wajahnya bersih, penampilannya seperti biasa, terkendali.
Namun jika diperhatikan lebih lama ada sesuatu yang berbeda. Bukan pada sikapnya, namun pada ketenangan yang sedikit lebih tipis dari biasanya.
Ia melirik Fania, menangkap ekspresi itu dalam satu detik.
“Gugup?” Langsung, tanpa basa-basi.
Fania menoleh, menatapnya beberapa saat. Seolah mempertimbangkan apakah ia ingin jujur atau sekadar menjawab ringan. Namun akhirnya ia tersenyum kecil.
“Iya sedikit.” Jujur, tidak dilebihkan dan tidak juga ditutupi.
Ronald mengangguk, tidak menganggapnya berlebihan. Tidak mencoba menenangkan dengan kata-kata panjang. Ia hanya melangkah mendekat perlahan.
“Normal.” Satu kata, namun cukup. Bukan karena kata itu istimewa melainkan karena cara ia mengatakannya. Stabil dan tanpa keraguan.
Fania menarik napas dalam, mengisinya perlahan. Lalu menghembuskannya. Seolah mencoba merapikan sesuatu di dalam dirinya.
“Hari ini, kita mulai ya.” Ucapannya lebih terdengar seperti pengingat untuk dirinya sendiri.
Ronald menatapnya, tidak lama.
“Iya.” Tidak ada ragu di suaranya. Dan entah kenapa itu cukup untu…
RONALD & FANIA
BAB 51
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments