Acara keluarga belum benar-benar usai. Meski sebagian tamu sudah pulang, suasana di halaman belakang masih ramai oleh kerabat dekat yang memilih bertahan. Tawa-tawa kecil masih terdengar, bercampur dengan suara gelas yang sesekali beradu dan langkah kaki yang santai di atas lantai kayu.
Lampu gantung yang menghiasi area itu memancarkan cahaya hangat, menciptakan suasana yang jauh lebih intim dibandingkan acara formal sebelumnya. Udara malam terasa lebih ringan tidak lagi penuh basa-basi, lebih jujur.
Fania berjalan pelan di samping Ronald. Langkah mereka seirama, tapi tidak benar-benar selaras. Ada jeda yang tak terlihat sebuah jarak yang tidak bisa diukur dengan mata, tapi jelas terasa. Keduanya tampak lebih rileks dibanding sebelumnya. Namun tetap tidak sepenuhnya dekat.
“Ronald!” Suara riang memecah suasana. Seorang pria mendekat dengan langkah lebar, diikuti dua orang lainnya. Wajah mereka penuh ekspresi hangat yang spontan tanpa dibuat-buat. Sepupu-sepupu Ronald.
“Lama tak bertemu, bro!” ujar pria itu sambil menepuk bahu Ronald dengan cukup keras. Ronald sedikit terdorong ke depan, tapi tidak keberatan. Ia mengangguk kecil.
“Iya.” Nada suaranya tetap datar, namun kali ini tidak terasa dingin. Ada sedikit kelonggaran di sana, hal yang jarang Fania lihat akhir-akhir ini setelah kesepakatan mereka.
“Ini Fania, kan?” tanya salah satu dari mereka, menoleh ke arah Fania dengan senyum ramah yang tulus.
Fania membalas dengan sopan. “Iya.”
“Waw, kau makin cantik” sahut yang lain sambil tertawa ringan, seolah komentar itu adalah hal yang paling natural untuk diucapkan.
Fania hanya tersenyum tipis, tidak terlalu lebar dan tidak dingin. Tapi cukup.
Ronald melirik sekilas ke arahnya, sangat singkat. Namun cukup untuk menunjukkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Perhatian, bukan sekedar sadar tapi tapi benar-benar melihat.
Sepupu-sepupu itu kemudian mulai berbincang santai. Topiknya ringan tentang pekerjaan, perjalanan, hingga kejadian-kejadian lucu yang terjadi di keluar…
RONALD & FANIA
BAB 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments