Suasana acara keluarga itu masih bergulir hangat, seperti aliran waktu yang sengaja diperlambat agar semua orang bisa menikmati setiap detiknya. Lampu-lampu kuning yang menggantung di langit-langit memantulkan cahaya lembut, menciptakan kesan akrab dan nyaman. Aroma makanan bercampur dengan wangi parfum para tamu, menyatu menjadi latar yang nyaris sempurna.
Tawa pecah di berbagai sudut. Obrolan ringan mengalir tanpa jeda. Dari luar, semuanya terlihat seperti potongan kehidupan yang ideal, keluarga besar yang rukun, pasangan-pasangan yang tampak saling mencintai, dan hubungan yang berjalan tanpa retakan.
Dan di tengah semua itu, Fania dan Ronald duduk berdampingan lebih dekat dari sebelumnya. Namun hanya untuk dilihat. Fania menjaga posturnya tetap anggun. Senyum tipis tak pernah benar-benar lepas dari wajahnya.
Setiap kali seseorang menyapanya, ia merespons dengan sopan, memberikan jawaban yang cukup, tertawa kecil di waktu yang tepat. Semua terasa otomatis, seperti gerakan yang sudah dihafal di luar kepala.
Di sampingnya, Ronald tidak jauh berbeda. Pria itu tampak tenang dan terkontrol. Ia berbicara seperlunya, menimpali percakapan dengan nada yang stabil.
Sesekali, tanpa banyak gerakan, matanya melirik ke arah Fania singkat, hampir tak terlihat, namun cukup untuk menunjukkan bahwa ia tetap sadar akan keberadaan wanita itu di sampingnya. Sempurna, terlalu sempurna seolah tak ada yang pernah berubah.
“Lihat, mereka masih tampak mesra” bisik salah satu kerabat dengan nada kagum, cukup pelan untuk terdengar sebagai rahasia kecil, namun cukup jelas untuk sampai ke telinga yang dituju.
Fania mendengarnya dan tanpa sadar senyumnya sedikit menegang. Hanya sepersekian detik, namun ia cepat mengendalikannya kembali, mengembalikan ekspresi itu ke bentuk semula. Tidak ada yang boleh melihat celah sekecil apa pun.
Ronald menangkap perubahan itu, sangat halus hampir tak terlihat. Namun ia tahu. Tangannya bergerak perlahan di atas meja. Tanpa tergesa, tanpa menarik perhatian,…
RONALD & FANIA
BAB 12
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments