Malam itu berjalan pelan. Tidak terburu-buru. Tidak penuh percakapan panjang. Namun juga tidak terasa kosong.
Lampu ruang tengah menyala redup. Suara televisi bahkan tidak benar-benar mereka perhatikan. Hanya menjadi latar samar di tengah keheningan rumah.
Fania masih berada di dalam pelukan Ronald.
Duduk di sofa. Dekat. Tanpa jarak. Tubuhnya bersandar nyaman di dada pria itu. Sementara Ronald memeluknya dari samping dengan tenang.
Dan entah sejak kapan, suasana di antara mereka berubah. Bukan lagi sekadar ingin dekat. Bukan hanya karena habis bertengkar lalu berbaikan. Namun ada sesuatu yang lebih dalam.
Perasaan yang selama ini tertahan terlalu lama. Disimpan terlalu rapat. Dan kini, perlahan mulai muncul ke permukaan.
Ronald mengusap rambut Fania perlahan.
Gerakannya sederhana. Namun konsisten.
Hangat. Jemarinya bergerak pelan menyisir rambut perempuan itu tanpa tergesa.
Dan anehnya, hal kecil seperti itu cukup membuat Fania memejamkan mata. Menikmati. Menyerap. Seolah tubuhnya sedang mengingat sesuatu yang lama tidak ia rasakan.
Atau mungkin, sesuatu yang sebenarnya selalu ia rindukan, namun terlalu lama ia abaikan.
“Sayang…” panggilnya lirih. Hampir seperti bisikan.
Ronald sedikit menunduk. “Hm?”
Fania tidak langsung menjawab. Ia justru menggeser tubuhnya sedikit. Lebih dekat. Lebih masuk ke dalam pelukan Ronald.
Tangannya bergerak memegang ujung kemeja pria itu pelan. Seolah memastikan Ronald benar-benar ada di sana.
“Aku merindukanmu…” Kalimat itu akhirnya keluar. Sangat pelan namun jelas.
Ronald terdiam sesaat. Tatapannya turun menatap Fania.
“Rindu apa?” tanyanya lembut. Tidak memaksa. Tidak terburu-buru. Hanya memberi ruang.
Fania membuka matanya perlahan. Menatap Ronald dari jarak dekat. Dan untuk pertama kalinya, tidak ada lagi usaha menyembunyikan perasaannya.
“Kamu…” jawabnya pelan. Singkat. Namun terasa dalam.
Ronald tidak langsung merespons. Ia hanya menatap Fania lebih lama. Seolah ingin memastikan bahwa kalimat itu bukan sekadar emosi sesaat. Bahwa…
RONALD & FANIA
BAB 61
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments