Pagi itu, tidak ada koper yang dibawa keluar.
Tidak ada suara langkah tergesa menuju pintu. Tidak ada panggilan telepon yang terburu-buru. Yang ada hanya rumah yang tenang. Dan Ronald yang masih di sana.
Fania terbangun perlahan. Tubuhnya masih terasa berat. Namun tidak separah semalam.
Ia membuka mata. Pelan. Menyesuaikan cahaya.
Dan hal pertama yang ia lihat, Ronald. Duduk di kursi dekat tempat tidur. Masih mengenakan kaos rumahan. Bukan setelan kerja. Bukan pakaian perjalanan.
Fania mengerjap beberapa detik.
“...Kamu tak jadi pergi?” Suaranya pelan dan serak.
Ronald menoleh. Tatapannya langsung berubah. Lebih hangat. “Tidak.” Jawabnya singkat tanpa ragu.
Fania menatapnya, masih mencoba mencerna. “Kenapa?” tanyanya.
Ronald menghela napas kecil. Lalu berdiri.
Mendekat. Tangannya menyentuh dahi Fania.
Memastikan.
“Karena kamu sakit.” Jawabnya. Sederhana namun cukup.
Fania terdiam, matanya sedikit melembut.
“Tapi kerjaan kamu…” gumamnya. Masih ada sisa rasa bersalah.
Ronald menggeleng. “Bisa ditunda.” Nada suaranya tenang namun tegas.
Fania menatapnya lebih lama. Dan kali ini tidak ada bantahan. Ronald membantu Fania duduk. Pelan dan hati-hati. Seolah takut membuatnya tidak nyaman.
“Minum dulu.” Ujarnya. Memberikan air.
Fania menurut, tangannya masih lemah. Namun ia mencoba. Ronald menopangnya tanpa diminta. Tanpa ragu. Dan untuk pertama kalinya, Fania tidak merasa perlu terlihat kuat. Ia membiarkan dirinya ditangani.
Setelah itu, Ronald menyelimuti Fania kembali. Rapih. Ia duduk di sampingnya, tidak jauh. Selalu dalam jangkauan.
Fania menatapnya beberapa detik. “Aku menyusahkan ya…” gumamnya pelan. Nada suaranya… kecil.
Ronald langsung menggeleng. “Tidak.” Singkat namun tegas.
Fania menatapnya. Masih belum yakin.
Ronald melanjutkan. “Kamu lagi butuh aku.” Nada suaranya rendah. Tenang. “Dan aku ada.”
Kalimat itu tidak panjang. Namun cukup untuk membuat sesuatu di dalam diri Fania terasa hangat.
Hari itu berjalan lambat namun penuh. Ronald tidak pergi ke kantor. Tid…
RONALD & FANIA
BAB 73
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments