Sejak hari itu ada yang berubah. Bukan sesuatu yang besar. Bukan perubahan yang langsung terlihat jelas namun terasa. Di setiap hal kecil. Di setiap gerak. Di setiap cara Ronald memandang Fania.
Seolah sejak mengetahui ada kehidupan kecil yang tumbuh di dalam diri wanita itu, cara Ronald mencintainya ikut berubah. Lebih hati-hati. Lebih dalam. Lebih penuh takut kehilangan.
Pagi itu matahari bahkan belum sepenuhnya tinggi. Udara kamar masih dingin. Tirai masih tertutup setengah. Dan suasana rumah masih terlalu tenang untuk disebut benar-benar pagi.
Fania bergerak pelan di atas tempat tidur. Masih setengah tertidur. Tangannya bergerak refleks. Mencari sesuatu. Dan sebelum benar-benar sadar, ia sudah menemukan hangat itu.
Ronald. Tangannya langsung menggenggam lengan pria itu pelan. Seolah memastikan ia masih ada di sana. Baru setelah itu, Fania membuka matanya perlahan.
Ronald sudah bangun. Duduk bersandar di headboard. Masih mengenakan kaos rumah. Tatapannya turun ke arah Fania sejak tadi. Dan saat wanita itu membuka mata, senyum kecil langsung muncul di wajahnya.
“Sudah bangun?” tanyanya pelan. Suara khas pagi hari. Rendah. Hangat.
Fania mengerjap beberapa kali. Masih mengantuk.
“Baru…” gumamnya lirih.
Ronald tersenyum tipis. Tangannya langsung bergerak menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Fania. Lembut. Pelan. Seolah wanita itu sesuatu yang rapuh.
“Kamu mual?” tanyanya lagi. Langsung tanpa basa-basi.
Fania menggeleng kecil. “Tidak…”
Namun bahkan sebelum kalimat itu selesai, wajahnya langsung berubah. Ia menutup mulut cepat. Meringis pelan.
Ronald langsung siaga. “Kenapa?” Nada suaranya berubah seketika.
Fania tidak menjawab. Ia hanya menelan ludah pelan. Dan Ronald langsung bergerak cepat.
“Ayo.”
Ia membantu Fania bangun tanpa banyak bicara. Tangannya menahan pinggang wanita itu hati-hati. Fania bahkan belum sempat protes saat Ronald sudah membawanya ke kamar mandi.
Ia menahan rambut Fania. Mengusap punggungnya perlahan. Menunggu. Diam. Namun selalu ada.
Dan…
RONALD & FANIA
BAB 77
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments