Kesibukan itu akhirnya benar-benar mengubah kebiasaan mereka, bukan dalam semalam, bukan juga dalam hitungan hari.
Namun perlahan, sedikit demi sedikit, hingga keduanya baru menyadari perubahan itu ketika semuanya sudah terasa begitu berbeda.
Dulu, Ronald selalu berusaha menyempatkan diri mengantar putra mereka ke sekolah setidaknya dua kali dalam seminggu.
Sekarang sudah hampir satu bulan ia tidak pernah melakukannya lagi, setiap pagi, ketika Ronald masih sibuk memeriksa email di ruang kerja rumah atau sudah berangkat lebih dulu ke kantor.
Fania sendirilah yang menyiapkan sarapan, membantu putra mereka memakai seragam, mengikat tali sepatu kecilnya, lalu mengantarnya ke sekolah.
Awalnya putra mereka sering bertanya.
"Papa mana?"
"Papa kerja, Sayang."
"Besok Papa antar?"
"Iya... nanti Mama bilang sama Papa."
Namun pertanyaan itu semakin lama semakin jarang terdengar, bukan karena ia sudah mengerti melainkan karena ia mulai terbiasa, dan justru itulah yang membuat hati Fania terasa semakin sesak.
***
Suatu pagi, saat sedang membantu putranya memakai sepatu, anak kecil itu tiba-tiba berkata pelan.
"Mama."
"Iya?"
"Papa sibuk terus ya?"
Tangan Fania yang sedang merapikan kaus kaki langsung berhenti. "Iya, Papa lagi banyak kerjaan."
"Oh..." Anak itu mengangguk kecil. "Nggak apa-apa." Jawaban sederhana itu terdengar begitu polos.
Namun Fania justru semakin sedih, karena anak sekecil itu sudah mulai belajar menerima keadaan tanpa banyak bertanya.
***
Di kantor, Ronald sama sekali tidak mengetahui percakapan itu, hari itu sejak pagi ia sudah berpindah dari satu rapat ke rapat berikutnya.
Ponselnya bahkan hampir tidak sempat disentuh, saat akhirnya waktu makan siang tiba, ia baru membuka layar ponselnya.
Ada beberapa foto yang dikirim Fania, foto putra mereka di depan gerbang sekolah, foto saat menerima stiker bintang dari gurunya.
Dan satu video pendek ketika anak itu melambaikan tangan ke arah kamera sambil berkata.
"Papa, aku dapat bintang."
Ronald tersenyum, namun sen…
RONALD & FANIA
BAB 97
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments