Pesawat sudah berada di ketinggian. Lampu kabin mulai diredupkan. Suasana perlahan berubah lebih tenang.
Beberapa penumpang mulai memejamkan mata. Sebagian sibuk menonton layar kecil di depan kursi mereka. Ada juga yang membaca dokumen atau sekadar diam menikmati perjalanan.
Suara mesin pesawat terdengar samar. Stabil. Berulang. Dan di tengah suasana itu, Fania duduk di samping Ronald. Dekat seperti biasa. Tangannya masih menggenggam tangan pria itu tanpa ragu.
Kebiasaan kecil yang beberapa minggu lalu mungkin tidak akan pernah ia lakukan. Namun sekarang terasa natural. Nyaman. Tetapi kali ini Ronald terlihat lebih banyak diam.
Tatapannya lurus ke depan. Tidak benar-benar fokus pada apa pun. Seolah pikirannya sedang berjalan ke tempat lain. Fania yang menyadari itu perlahan menoleh.
“Kamu kenapa?” tanyanya pelan.
Ronald tersadar. Lalu menoleh kecil. “Hm?”
Fania mengangkat alis tipis. “Kamu sejak tadi diam.”
Ronald menghela napas kecil. Lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi.
“Aku hanya berpikir.” Jawabannya jujur. Tidak ditutupi.
Fania menatapnya beberapa detik. “Tentang?”
Ronald melirik sekilas. “Kamu.” Singkat.
Namun cukup membuat Fania sedikit mengernyit penasaran.
“Kenapa aku?”
Ronald diam beberapa saat.
Seolah sedang menyusun kata yang tepat. Lalu akhirnya ia bicara pelan.
“Kerjaan kamu.”
Fania langsung mengerti. Namun ia tidak terlihat terkejut. Karena sebenarnya ia sudah bisa menebak sejak tadi.
Ronald melanjutkan. “Kamu meninggalkan pekerjaan begitu saja…”
Nada suaranya tidak terdengar menyalahkan.
Lebih seperti seseorang yang sedang khawatir.
“Yakin aman?”
Fania menatapnya beberapa detik. Lalu tersenyum kecil. Tenang.
“Iya.” Jawabnya tanpa ragu.
Ronald mengernyit tipis. “Iya?”
Seolah jawaban itu terlalu singkat untuk membuatnya benar-benar tenang.
Fania tertawa kecil pelan. “Iya.”
Ia sedikit menggeser tubuhnya lebih dekat.
“Aku tidak meninggalkan begitu saja.” Nada suaranya lebih ringan sekarang. Lebih santai.
“Semua sudah aku atur.”
Ronald masih menatapnya. “…
RONALD & FANIA
BAB 63
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments