Sejak percakapan singkatnya dengan Chaerlina kemarin, ada satu hal yang terus mengganggu pikiran Ronald.
"Dia nggak sekuat yang kamu kira."
Kalimat itu berulang kali terngiang di kepalanya.
Pendek.
Sederhana.
Namun cukup membuatnya kehilangan fokus sepanjang malam.
Ronald tidak benar-benar tidur nyenyak.
Beberapa kali ia terbangun dan tanpa sadar menoleh ke sisi ranjang.
Fania tertidur membelakanginya.
Posisi yang sudah menjadi kebiasaan beberapa bulan terakhir.
Dulu...
Mereka selalu saling berhadapan sebelum tidur.
Sekadar berbincang beberapa menit.
Atau saling menggenggam tangan hingga salah satu tertidur lebih dulu.
Sekarang, bahkan punggung Fania terasa begitu jauh untuk ia sentuh.
Pagi datang.
Fania sudah lebih dulu bangun.
Seperti biasa, ia sibuk menyiapkan sarapan dan bekal Ronald.
Ronald berdiri cukup lama di ambang pintu dapur.
Memperhatikan istrinya tanpa berkata apa pun.
Fania bergerak cepat.
Membuat kopi.
Menggoreng telur.
Menyiapkan bekal.
Sesekali mengecek putra mereka yang masih tidur.
Semuanya dilakukan sendiri.
Tanpa mengeluh.
Tanpa meminta bantuan.
Ronald tiba-tiba teringat satu hal.
Sudah lama sekali Fania tidak memanggilnya ke dapur hanya untuk membuka tutup botol yang keras.
Sudah lama sekali Fania tidak meminta bantuannya mengambil barang di rak atas.
Dulu, hal-hal kecil seperti itu hampir terjadi setiap hari.
Kini...
Tidak pernah lagi.
"Fan."
Panggil Ronald pelan.
Fania menoleh sambil tersenyum.
"Iya, Mas?"
"Boleh aku bantu?"
Fania menggeleng halus.
"Nggak usah."
"Udah selesai kok."
Ronald tetap melangkah mendekat.
Ia mengambil dua piring dan membawanya ke meja makan.
Fania tampak sedikit terkejut.
Namun tidak mengatakan apa-apa.
Saat sarapan, Ronald sengaja memperhatikan lebih banyak.
Biasanya ia makan sambil membaca berita di ponselnya.
Hari ini tidak.
Ia memperhatikan Fania yang hanya mengambil nasi sedikit.
"Kamu makannya dikit."
Fania tersenyum.
"Belum terlalu lapar."
"Belakangan sering begitu?"
"Kadang."
Ronald mengernyit.
"Kamu sa…
RONALD & FANIA
BAB 132
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments