Cahaya matahari menembus celah tirai, menyentuh wajah Fania yang masih terpejam. Perlahan, wanita itu membuka matanya. Pandangannya kosong beberapa detik, sebelum akhirnya kesadaran kembali utuh.
Ia masih berada di kamar yang sama. Masih dalam kehidupan yang sama. Namun perasaannya tidak sepenuhnya sama. Fania bangkit perlahan, duduk di tepi ranjang. Rambut panjangnya jatuh berantakan di bahu.
Hening. Ia menatap lantai cukup lama. Tanpa sadar, tangannya menyentuh keningnya sendiri. Diam, ada sesuatu yang terasa familiar. Hangat, namun samar. Fania mengerjap pelan, lalu menggelengkan kepalanya kecil.
“Hanya perasaanku” gumamnya lirih.
Ia berdiri, berjalan menuju kamar mandi, mencoba menyingkirkan pikiran-pikiran yang tak perlu. Seperti biasa, Ia memilih untuk tidak memikirkan terlalu dalam.
Di ruang makan, Ronald sudah duduk lebih dulu. Jasnya rapi, wajahnya kembali seperti biasa datar, dingin, tak terbaca. Di depannya tersaji sarapan yang sudah disiapkan.
Namun pria itu belum menyentuhnya. Pandangannya lurus ke depan, kosong. Hingga langkah kaki terdekat mendekat. Itu istrinya, Fania.
Wanita itu duduk di kursinya tanpa menoleh ke arah Ronald. Seperti rutinitas mereka beberapa waktu terakhir. Tak ada sapaan apalagi senyuman. Hanya suara sendok dan garpu yang perlahan mengisi keheningan.
Ronald sesekali melirik sekilas ke arah Fania.
Namun hanya sekilas, tak cukup lama untuk tertangkap.
Fania makan dengan tenang. Namun di balik itu, ada sesuatu yang mengganggu. Perasaan yang datang tiba-tiba. Tanpa alasan yang jelas, seperti sebuah kerinduan namun tentang apa Ia tak mengerti.
Fania menghentikan gerakannya sejenak. Lalu kembali melanjutkan, seolah tak terjadi apa-apa.
Ronald menyelesaikan sarapannya lebih dulu. Ia berdiri, merapikan jasnya sedikit. Pergi, tanpa menunggu.
Fania menatap punggung pria itu yang menjauh.Ada sesuatu yang terasa mengganjal. Namun ia tak mengejarnya, tak pula menahannya. Ia hanya kembali menatap piringnya dan melanjutkan makan.
***
Hari berjal…
RONALD & FANIA
BAB 9
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments