Kehamilan memang membuat banyak hal berubah, termasuk Fania. Wanita yang dulu selalu mandiri, selalu bisa mengurus dirinya sendiri, kini tanpa sadar menjadi jauh lebih bergantung pada Ronald.
Bukan karena ia tidak mampu. Namun karena keberadaan Ronald terasa terlalu nyaman. Terlalu menenangkan. Terlalu membuatnya ingin selalu dekat. Dan itulah masalahnya. Karena beberapa minggu terakhir, pekerjaan Ronald sedang berada di masa paling sibuk.
Pagi itu Ronald sudah berada di ruang kerja sejak pukul tujuh. Laptop terbuka, ponsel terus berdering. Email masuk tanpa henti. Bahkan saat sarapan pun beberapa kali ia harus menjawab telepon.
Fania yang duduk di depannya hanya memperhatikan diam-diam. Awalnya tidak masalah. Ia mengerti, karena Ronald sedang bekerja.
Namun ketika pria itu kembali masuk ke ruang kerja setelah sarapan dan tidak keluar lagi selama berjam-jam. Perasaan aneh mulai muncul.
***
Pukul sebelas siang, Fania berdiri di depan pintu ruang kerja Ronald. Ia mengetuk pelan.
"Masuk."
Fania membuka pintu. Ronald sedang menatap layar laptop dengan serius. Jarinya bergerak cepat di atas keyboard.
Namun begitu melihat Fania, ekspresinya langsung melunak. "Kenapa, Sayang?"
Fania tersenyum kecil. "Tak apa-apa."
"Hm?"
"Aku hanya mau lihat kamu."
Ronald tertawa pelan. "Aku di sini."
Fania masuk. Lalu duduk di sofa kecil yang ada di sudut ruangan.
Awalnya hanya duduk. Lalu memainkan ponsel. Lalu bosan. Lalu mulai memperhatikan Ronald.
Lima menit. Sepuluh menit. Lima belas menit. Ronald masih fokus bekerja. Sesekali menerima telepon. Sesekali mengetik. Sesekali membuka dokumen lain.
Dan Fania mulai merasa diabaikan.
"Nald."
"Hm?"
"Kamu sibuk ya?"
Ronald mengangguk. "Iya. Sedikit." Padahal jelas tidak sedikit.
Fania mengangguk pelan. "Oh."
Ronald kembali bekerja. Dan entah kenapa jawaban itu membuat hati Fania sedikit tidak nyaman.
***
Siang harinya Ronald bahkan harus mengikuti rapat online yang cukup panjang.
Fania akhirnya keluar dari ruang kerja. Namun suasana hatinya s…
RONALD & FANIA
BAB 83
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments