Malam semakin larut. Kota di luar jendela masih hidup. Lampu-lampu gedung menyala. Mobil berlalu lalang di jalan basah setelah hujan tipis turun beberapa jam lalu.
Namun di dalam kamar hotel itu, semuanya terasa lambat. Tenang. Fania masih berada di pelukan Ronald. Diam. Nyaman. Seolah tidak ingin bergerak terlalu jauh.
Ronald duduk bersandar di sofa. Sementara Fania setengah memeluknya. Kepalanya di bahu pria itu. Tangannya memainkan ujung lengan kemeja Ronald pelan. Tidak ada percakapan panjang. Namun justru itu yang membuat suasana terasa dekat.
“Nald…” panggil Fania tiba-tiba.
“Hm?”
“Kamu lelah?”
Ronald menoleh sedikit. “Lumayan.”
Fania langsung mengangkat wajahnya. “Aku ganggu ya?”
Pertanyaan itu keluar pelan. Namun cukup membuat Ronald mengernyit.
“Ganggu apa?”
Fania menghela napas kecil. “Jadi menambah pikiran.”
Ronald menatapnya beberapa detik. Lalu menggeleng pelan.
“Kamu bukan beban.” ujarnya tenang.
Fania diam.
Ronald melanjutkan. “Kalau aku tak ingin kamu ikut… ya dari awal aku tak akan mengajakmu.”
Kalimat itu sederhana. Namun cukup untuk membuat hati Fania kembali hangat.
Ia menunduk kecil. Lalu tersenyum tipis.
“Aku jadi sensitif banget ya…”
Ronald tertawa pelan. “Banget.”
Fania langsung mencubit lengannya pelan. “Ronald.”
Pria itu tertawa lagi. Dan kali ini, Fania ikut tersenyum. Suasana perlahan kembali ringan. Ronald kemudian melirik jam di meja.
“Kamu belum makan banyak tadi.”
Fania mengangkat bahu. “Tak mood.”
Ronald menghela napas kecil. Lalu berdiri.
“Mau ke mana?” tanya Fania refleks.
“Pesan makan.”
Fania langsung ikut berdiri. “Aku ikut.”
Ronald menatapnya sekilas. “Kamu takut aku digoda resepsionis?”
Fania langsung melotot kecil. “Itu mungkin terjadi.”
Ronald benar-benar tertawa sekarang. Sampai akhirnya ia menarik tangan Fania.
“Ya sudah, kita pergi bersama”
Mereka turun ke restoran hotel yang masih buka dua puluh empat jam. Suasananya jauh lebih sepi dibanding siang tadi. Hanya ada beberapa tamu lain.
Fania berjalan di samping Ronald. Deka…
RONALD & FANIA
BAB 69
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments