BAB 5

Ronald terlihat mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras dengan sebelah tangannya masih menggenggam ponsel di telinga kirinya. Mendengar ujaran orang di seberang telepon, membuat dadanya panas.

“Bereskan!”

Perintahnya dengan nada yang tak bisa dibantah.

Terdengar helaan nafas kasar Ronald, mengingat laporan yang baru dirinya dengar dari orang-orang suruhannya. Membuat emosinya semakin terbakar, lagi-lagi pria bajingan itu mengganggu Fania.

Sekalipun saat dirinya memutuskan untuk membebaskan Fania dari kekangannya, bukan berarti keselamatan Fania juga dirinya lepaskan dan biarkan begitu saja. Ia tetap selalu mengawasi istrinya itu dengan ketat, tanpa Fania sadari.

“Bos”

Mark yang baru masuk ke dalam ruangan Ronald, terlihat tergesa kala mendengar perintah Ronald untuk datang ke ruangannya, pastilah ada sesuatu yang penting yang perlu dirinya urus.

“Apa kau tak mengurus pria bajingan itu dengan benar?”

Geram Ronald dengan rahang mengeras, padahal Mark sudah seharusnya mengurus pria itu sampai tuntas. Sehingga tak akan bisa mengganggu bahkan mendekat dalam lingkaran kehidupan istrinya.

“Maaf Bos, maksudmu siapa?”

Mark terlihat tak paham dengan interupsi yang atasannya itu berikan.

“Ck” decakan itu cukup menggambarkan betapa kesal Ronald pada asistennya itu, tatapan tajam turut ia berikan pada asistennya itu.

Hingga beberapa detik kemudian, Mark barulah paham dengan apa yang atasannya itu maksudkan.

“Maaf Bos, akan ku periksa dan bereskan” ujarnya kemudian meninggalkan ruangan Ronald untuk membereskan apa yang seharusnya ia bereskan sampai tuntas.

Ronald tampak mengusap wajahnya dengan kasar setelah kepergian Mark, ia tak bisa menyembunyikan kekhawatiran terhadap Fania. Mau semarah apapun, melindungi istrinya adalah yang utama untuknya.

“Aku tak akan membiarkan siapapun mengusik mu” gumamnya lirih dengan geraman tertahan.

***

Fania yang mendengar ujaran pria gila di depannya itu, terkejut.

“Kau mengintai ku?” tanyanya dengan emosi yang meluap di dadanya.

Pria itu hanya tampak terkekeh sinis.

“Aku bisa mengisi ruang kosong di hatimu Fania” ujarnya terkekeh sinis, seolah menawarkan dengan penuh percaya diri.

Terdengar tawa sinis yang Fania berikan untuk pria gila itu. Ia menatap pria itu dengan tatapan seolah merendahkan.

“Kenzo, apa kau pikir bisa sebanding dengan Ronald? Lebih baik kau mencari cermin dan lihat dirimu”

Sinis Fania berbalik untuk meninggalkan hama yang mengganggunya itu. Namun rencananya itu tertahan, saat merasakan genggaman erat pada lengannya, yang terasa mencengkeram.

“Kau pikir bisa lari dariku semudah itu? Kali ini aku tak akan melepaskan mu, Fania” geramnya menarik Fania untuk dibawanya ke arah di mana kendaraannya diparkirkan.

Fania terkejut dengan aksi nekat pria itu, ia hendak mengeluarkan suara namun tertahan kala pria itu membekap mulutnya dengan tanpa aba-aba.

Kali ini Fania sungguh merasakan ketakutan yang luar biasa. Mengingat kini hubungannya dengan Ronald sedang tak baik-baik saja. Padahal dulu Ronald yang akan selalu menjaga dan memantau dirinya di manapun ia berada.

“Aku harap ada keajaiban yang akan menolongku”

Fania hanya dapat berharap dalam hati, kali ini hanya itu yang bisa ia harapkan. Karena kecil kemungkinan suaminya akan mengetahui apa yang telah terjadi padanya, sedangkan ia sudah meminta sendiri untuk Ronald menjauh dari radar kehidupannya sementara waktu.

Bugh

Tampak dua pria berpakaian serba hitam menari kasar Kenzo dan menghantam wajahnya dengan keras. Fania akhirnya terlepas dan terbebas. Bahkan belum sempat Fania menyadari keterkejutannya, kedua pria itu sudah membawa Kenzo entah kemana.

“Syukurlah” ujarnya merasa lega.

“Ronald” gumamnya dalam hati, entah mengapa ia yakin kalau dua pria itu adalah utusan suaminya.

Mengingat hubungan mereka yang tak baik akhir-akhir ini, ada sebersit perasaan bersalah dalam hatinya. Namun ia juga tak bisa membohongi perasaannya yang kehilangan rasa pada Ronald.

Namun Fania bertekad, setelah pulang dari sini ia akan menunjukkan rasa terimakasih pada suaminya. Karena masih perduli dan telah menyelamatkan dirinya. Setidaknya, mungkin mereka bisa memulai kembali hubungan dengan berteman baik.

***

Setelah kejadian bertemu pria gila itu, Fania memutuskan untuk pulang kembali ke kotanya. Kembali ke rumahnya dan Ronald. Ia merasa sudah tidak aman berada di tempat ini sendirian, sehingga memutuskan untuk mempercepat kepulangannya daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Fania sudah bersiap di bandara, hari ini ia memutuskan untuk kembali pulang. Meskipun rasanya belum cukup puas menikmati liburannya. Namun setidaknya sudah dapat mengurangi stress dan rasa terkekang yang selama ini ia alami.

Setelah beberapa waktu, Fania kembali menginjakkan kakinya di kota kelahirannya. Kota yang sudah membesarkan dirinya hingga dewasa.

“Hm aku kembali menghirup udara ini lagi” gumamnya pelan merasakan udara kota kelahirannya setelah lumayan lama ia tinggalkan.

Fania berpikir sejenak, saat ini masih pagi hari. Ronald pasti berada di kantornya. Ia ingin segera mengucapkan rasa terimakasihnya kepada suaminya itu. Namun ia bingung, lebih baik sekarang ia ke kantor Ronald atau menunggu di rumah hingga Ronald kembali.

“Aku akan menunggunya di rumah” ujarnya pada akhirnya.

Fania kembali ke rumah yang ia tinggali bersama Ronald. Semuanya masih sama sejak terakhir ia tinggalkan.

“Nyonya sudah pulang” ujar salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mereka.

“Iya, tolong siapkan makan siang untuk suamiku nanti” ujarnya dengan tersenyum ramah.

Asisten rumah tangga itu tampak terheran. “Maaf Nyonya, Tuan biasanya pulang malam. Dan kami tidak pernah menyiapkan makan siang hanya makan malam.” Jelasnya kepada Fania.

Kini Fania yang tampak mengernyitkan dahinya, sama terheran nya. Baru sebulan lebih ia meninggalkan rumah, rupanya telah ada yang berubah.

“Kenapa? Apa pekerjaannya begitu padat dan tak bisa ditinggalkan?” tanya masih tak percaya.

Wanita paruh baya itu terdiam sejenak, bingung harus menjelaskan seperti apa. Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk menjelaskan semuanya.

“Tu … Tuan jarang pulang ke rumah sejak Nyonya pergi liburan. Tuan banyak menginap di kantor, Nyonya.” Jelasnya tak berani menjelaskan lebih detail lagi.

Fania terkejut mendengar hal itu. Selama ia mengenal pria itu, Ronald tak pernah tidak pulang ke rumah sesibuk apapun pekerjaannya. Sekalipun dulu kala mereka belum menikah. Ronald akan selalu pulang ke rumah orangtuanya atau ke rumahnya sendiri.

“Pria itu tak pernah suka menginap di kantornya jika bukan situasi yang mendesak” lirih Fania dalam hati.

“Baiklah, siapkan makan siang untukku saja” ujar Fania berlalu pergi menuju ke kamar utama.

Fania kembali menutup pintu kamarnya, ia mengamati sekeliling kamarnya yang tampak rapi. Masih ada aroma Ronald yang biasa ia hirup selama ini. Ia merindukan kamar ini. Fania meletakkan barang-barangnya di tempat semestinya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Ia memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena perjalanannya beberapa jam lalu.

“Terimakasih, karena sudah melindungi ku”

NEXT …….

Episodes
1 BAB 1
2 BAB 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 BAB 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 BAB 111
112 BAB 112
113 BAB 113
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116
117 BAB 117
118 BAB118
119 BAB 119
120 BAB 120
121 BAB 121
122 BAB 122
123 BAB 123
124 BAB 124
125 BAB 125
126 BAB 126
127 BAB 127
128 BAB 128
129 BAB 129
130 BAB 130
131 BAB 131
132 BAB 132
133 BAB 133
134 BAB 134
135 BAB 135
136 BAB 136
137 BAB 137
138 BAB 138
139 BAB 139
140 BAB 140
141 BAB 141
142 BAB 142
143 BAB 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 BAB 152
153 BAB 153
154 BAB 154
155 BAB 155
156 BAB 156
157 BAB 157
158 BAB 158
159 BAB 159
160 BAB 160 SELESAI
Episodes

Updated 160 Episodes

1
BAB 1
2
BAB 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
BAB 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
BAB 111
112
BAB 112
113
BAB 113
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116
117
BAB 117
118
BAB118
119
BAB 119
120
BAB 120
121
BAB 121
122
BAB 122
123
BAB 123
124
BAB 124
125
BAB 125
126
BAB 126
127
BAB 127
128
BAB 128
129
BAB 129
130
BAB 130
131
BAB 131
132
BAB 132
133
BAB 133
134
BAB 134
135
BAB 135
136
BAB 136
137
BAB 137
138
BAB 138
139
BAB 139
140
BAB 140
141
BAB 141
142
BAB 142
143
BAB 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
BAB 152
153
BAB 153
154
BAB 154
155
BAB 155
156
BAB 156
157
BAB 157
158
BAB 158
159
BAB 159
160
BAB 160 SELESAI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!