Langkah Fania cepat, terlalu cepat. Sepatu haknya beradu dengan lantai marmer hotel, menciptakan bunyi berulang yang tajam. Menggema di lorong panjang yang dingin dan terlalu rapi.
Setiap langkah terdengar seperti penegasan bahwa ia ingin pergi. Bahwa ia tidak ingin melihat ke belakang. Namun di dalam dirinya semuanya justru berantakan.
Ia tidak peduli pada orang-orang yang mungkin melihat. Tidak peduli pada tatapan asing. Tidak peduli pada apa pun. Ia hanya ingin menjauh.
Secepat mungkin.
Sejauh mungkin.
Dari tempat itu, dari mereka. Dari satu adegan yang terus berulang di kepalanya. Ronald dan Valencia. Berdiri terlalu dekat, tertawa terlalu lepas. Berbagi sesuatu yang dulu pernah jadi miliknya.
Dan yang paling menyakitkan Ronald terlihat biasa saja. Tidak canggung dan tidak menjaga jarak. Tidak seperti seseorang yang sedang berada dalam hubungan yang “dibatasi”.
Seolah semua yang pernah mereka sepakati tidak benar-benar berarti apa-apa. Dadanya terasa sesak. Bukan pelan namun menekan. Seperti ada sesuatu yang terus mendesak dari dalam ingin keluar, namun tidak diberi ruang.
“Fan.” Suara itu memanggil dari belakang.
Dekat, terlalu dekat namun ia tidak berhenti.
Tidak menoleh dan tidak merespons. Langkahnya justru semakin cepat. Seolah jika ia berhenti semua yang ia tahan akan runtuh saat itu juga.
“Fania.” Kali ini lebih tegas.
Lebih dekat namun tetap ia mengabaikan. Tangannya mulai dingin, napasnya tidak teratur. Namun ia tetap berjalan, lebih cepat dan lebih jauh.
Sampai akhirnya sebuah tangan menarik lengannya, tidak kasar. Namun cukup kuat untuk menghentikannya.
Fania terhenti, tubuhnya sedikit berputar. Dan di sana Ronald. Berdiri tepat di depannya. Napasnya sedikit lebih berat. Seolah ia benar-benar mengejar. Namun wajahnya tetap terkendali.
Tenang, terlalu tenang. Dan justru itu yang membuat Fania semakin sakit. Fania menatapnya dengan tajam. Semua emosi yang tadi ia tekan langsung naik ke permukaan.
“Lepaskan.” Suaranya dingin dan rendah namun tegas.
Ronal…
RONALD & FANIA
BAB 34
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments