Pagi itu kantor Fania sudah kembali pada ritmenya. Cepat, rapi, penuh aktivitas. Orang-orang berlalu-lalang dengan tujuan masing-masing.
Suara langkah beradu dengan lantai marmer. Ketukan keyboard terdengar berlapis-lapis dari berbagai sudut ruangan. Percakapan singkat saling bersahutan tentang pekerjaan, jadwal, dan hal-hal yang harus segera diselesaikan.
Semua berjalan seperti biasa. Namun bagi Fania ada sesuatu yang terasa sedikit berbeda.
Ia duduk di ruang kerjanya sejak pagi. Laptop sudah menyala. Beberapa dokumen terbuka di mejanya. Catatan kecil tersusun rapi di samping tangan kanannya.
Secara fisik ia melakukan semuanya seperti biasa. Membaca, mengecek, menandai. Namun fokusnya sedikit terbagi. Bukan karena pekerjaan terlalu berat. Bukan karena ia tidak mampu mengerjakannya. Melainkan karena ada sesuatu yang ia tunggu.
Sesuatu yang ia tahu akan datang.Dan benar saja Pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan formal.
“Permisi bos besar.”
Suara itu terdengar santai, sedikit menggoda, sangat familiar.
Fania langsung menoleh. Dan tanpa sadar senyumnya langsung muncul, refleks. Tanpa dipikir.
“Masuk saja.”
Chaerlina melangkah masuk lebih dulu. Gayanya seperti biasa percaya diri, santai, dan seolah tidak ada beban.
Di belakangnya, Livia menyusul. Dengan ekspresi yang jauh lebih eksplisit penuh rasa ingin tahu. Keduanya langsung masuk tanpa ragu.
Livia menjatuhkan dirinya ke sofa. Seperti sudah mengklaim tempat itu sejak lama.
“Kita langsung ke inti saja.” Tanpa basa-basi.
Chaerlina ikut duduk di sampingnya.
“Setuju.” Nada suaranya ringan namun jelas ada sesuatu yang ingin digali.
Fania mengangkat alis, berusaha terlihat santai.
“Apaan sih?”
Namun sebenarnya ia sudah tahu arah pembicaraan itu.
Livia menatapnya tajam, lurus.
“Kau.” Singkat dan padat. Tidak bisa disalahartikan.
Fania menghela napas kecil, lalu bersandar di kursinya.
“Kenapa aku?”
Nada suaranya mencoba netral. Namun ada sedikit nada defensif yang tidak bisa ia sembunyikan sepenuhnya.
Chaerlina menyilangka…
RONALD & FANIA
BAB 55
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments