Kencan sederhana di taman sore itu menjadi awal dari kebiasaan baru dalam rumah tangga Ronald dan Fania.
Tidak ada lagi alasan pekerjaan yang membuat Ronald terus-menerus pulang larut malam.
Jika memang harus lembur, ia akan memberi kabar lebih dulu.
Jika ada rapat mendadak, ia akan menyempatkan menelepon Fania, meski hanya beberapa menit.
Hal-hal kecil yang dulu sering dianggap sepele, kini justru menjadi cara Ronald membangun kembali kepercayaan istrinya.
Pagi itu, Ronald sudah bersiap berangkat ke kantor.
Seperti biasa, ia menghampiri Fania yang sedang menyiapkan bekal putra mereka untuk sekolah.
"Nald."
"Hm?"
"Aku yang siapin bekalnya aja."
Ronald menggeleng sambil mengambil kotak makan dari tangan Fania.
"Katanya masih masa pemulihan."
"Aku udah jauh lebih sehat."
"Aku tahu."
"Tapi bukan berarti langsung kerja semuanya."
Fania tersenyum kecil.
"Kalau begini terus, nanti aku jadi manja."
Ronald tertawa pelan.
"Sesekali dimanja suami nggak apa-apa."
Ucapan itu membuat pipi Fania memerah.
Putra mereka yang melihat kedua orang tuanya saling tersenyum langsung menimpali dengan polos.
"Papa lagi ngerayu Mama ya?"
Ronald dan Fania saling berpandangan, lalu tertawa bersamaan.
"Iya."
Jawab Ronald tanpa malu.
"Soalnya Mama cantik."
Fania spontan memukul pelan lengan Ronald.
"Di depan anak."
"Loh, memangnya kenapa?"
"Biar dia tahu kalau nanti sudah besar, dia juga harus menghargai istrinya."
Anak kecil itu mengangguk serius.
"Aku ingat, Pa."
Melihat kepolosan putra mereka, senyum Ronald semakin mengembang.
Setelah mengantar putra mereka ke sekolah, Ronald berangkat ke kantor.
Sebelum masuk ke ruang kerjanya, ia kembali memeriksa ponsel.
Ada satu pesan dari Fania.
«Udah sampai kantor? Jangan lupa sarapan lagi kalau masih lapar. Semangat kerja ya, Nald.»
Ronald membaca pesan itu berulang kali.
Senyum tipis menghiasi wajahnya.
Ia segera membalas.
«Udah sampai. Makasih udah selalu ngingetin. Kamu juga jangan lupa istirahat.»
Tak lama kemudian muncul balasan.
«Siap, Pak Su…
RONALD & FANIA
BAB 149
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments