Pagi datang seperti biasa.
Tapi tidak ada lagi yang terasa benar-benar “biasa” di rumah itu.
Ronald sudah bangun lebih awal, tapi bukan karena alarm kerja seperti dulu.
Ia hanya tidak bisa tidur lebih lama.
Pikirannya terlalu penuh.
Terlalu ramai oleh hal-hal yang baru ia sadari belakangan ini.
Di dapur, Fania sudah lebih dulu bangun.
Ia sedang menyiapkan sarapan, seperti rutinitas yang tidak pernah benar-benar berhenti meskipun suasana hati berubah.
Gerakannya tetap rapi.
Tetap tenang.
Tapi ada sesuatu yang berbeda di matanya.
Lebih jauh.
Lebih sunyi.
Ronald berdiri di ambang dapur beberapa detik tanpa masuk.
Ia hanya memperhatikan Fania dari belakang.
Dulu, pemandangan ini terasa sederhana.
Rumah.
Istri.
Anak.
Semuanya ada di tempatnya.
Semuanya terasa aman.
Tapi sekarang, ia mulai sadar…
“ada” saja tidak cukup.
“Aku mau berangkat lebih awal hari ini,” ucap Ronald akhirnya.
Fania menoleh sebentar.
“Iya.”
Hanya itu.
Tidak ada “hati-hati”.
Tidak ada “jangan lupa makan”.
Tidak ada hal kecil yang dulu selalu ia dengar.
Ronald mengangguk kecil, lalu mengambil kunci mobilnya.
Namun sebelum benar-benar pergi, ia berhenti lagi.
Seolah menunggu sesuatu.
Tapi Fania sudah kembali ke aktivitasnya.
Tidak ada pertanyaan tambahan.
Tidak ada penahanan.
Ronald akhirnya keluar rumah dengan perasaan yang sulit dijelaskan.
Bukan marah.
Bukan lelah kerja.
Tapi kosong.
Di kantor, hari itu pun berjalan seperti biasa.
Meeting, laporan, panggilan, keputusan.
Semuanya berjalan otomatis.
Namun pikirannya tidak benar-benar di sana.
Beberapa kali ia membuka ponsel.
Menatap layar.
Lalu menutupnya lagi tanpa mengirim apa pun.
Satu pesan dari Fania biasanya cukup untuk membuatnya merasa pulang.
Sekarang tidak ada pesan itu lagi.
Dan ia baru sadar…
ia yang dulu sering tidak membalas, kini justru menunggu.
Sore hari, Ronald pulang lebih cepat tanpa alasan pekerjaan.
Ia sendiri tidak tahu kenapa ia melakukan itu.
Mungkin karena ingin.
Mungkin karena takut rumahnya semakin jauh.
…
RONALD & FANIA
BAB 107
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments