Kehamilan itu tidak hanya membawa kebahagiaan. Namun juga kejutan-kejutan kecil yang kadang tidak masuk akal. Dan semakin hari, Fania semakin menyadari satu hal. Bahwa tubuhnya sekarang mempunyai keinginan sendiri.
Pagi itu, rumah terasa masih sunyi. Langit bahkan belum benar-benar terang. Jam menunjukkan pukul lima pagi..Terlalu dini untuk aktivitas biasa.
Namun Fania sudah bangun. Terlihat duduk di atas tempat tidur. Selimut masih menutupi sebagian tubuhnya, sementara rambutnya sedikit berantakan.
Tatapannya kosong ke depan. Seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting. Di sampingnya, Ronald masih tertidur dengan tenang dan nyenyak. Sama sekali tidak sadar bahwa beberapa detik lagi, hidupnya akan kembali diuji.
“Sayang…” Suara Fania pelan. Namun cukup membuat Ronald mengerjap kecil.
“Iya…” gumamnya setengah sadar.
“Bangun.” Kali ini lebih jelas.
Ronald membuka mata perlahan, terasa masih berat. Tatapannya langsung mencari Fania.
“Kenapa?” tanyanya serak.
Fania menatapnya serius, bahkan sangat serius.
“Aku ingin makan.”
Sunyi.
Ronald berkedip dua kali. “Oke…” gumamnya pelan. Lalu menatap jam di meja samping tempat tidur. Dan ekspresinya langsung berubah.
“Sekarang?”
Fania mengangguk tanpa rasa bersalah. “Iya.”
Ronald masih mencoba mencerna. “Jam lima pagi, Fan…”
Namun Fania tetap menatapnya penuh harap.
“Aku lapar.”
Dua kata itu, langsung menghancurkan semua kemungkinan penolakan.
Ronald menghela napas panjang. “Apa yang kamu mau?”
Fania diam sebentar, terlihat berpikir. Lalu berujar pelan.
“Nasi goreng.”
Ronald mengangguk kecil. “Oke.” Namun sebelum ia benar-benar bangun.
“Yang pedas banget.”
Ronald berhenti. Pelan-pelan menoleh lagi.
“Pedas banget?”
Fania mengangguk mantap. “Iya.”
“Sepagi ini?”
“Iya.”
Dan yang paling menyulitkan, wajah Fania benar-benar serius. Tidak terlihat bercanda sedikit pun.
Ronald akhirnya menutup wajahnya sebentar sambil tertawa kecil pasrah. “Ya sudah…”
Dua puluh menit kemudian, dapur rumah mereka menyala terang. Ronald berdir…
RONALD & FANIA
BAB 78
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments