Suasana rumah utama keluarga Andana pagi itu terasa berbeda. Lebih ramai dan lebih hidup.
Halaman luas yang biasanya tenang kini dipenuhi mobil-mobil yang terparkir rapi. Para tamu berdatangan dengan pakaian terbaik mereka, suara salam dan tawa saling bersahutan, menciptakan kehangatan yang khas dalam setiap pertemuan keluarga besar.
Hari itu, acara makan bersama sekaligus pesta kecil kembali diadakan. Rutinitas yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Dan seperti biasa, semua orang hadir. Termasuk Fania dan Ronald.
Sementara di belahan bumi yang lain, di dalam kamar, Fania berdiri di depan cermin.
Gaun panjang berwarna lembut membalut tubuhnya dengan anggun. Tidak berlebihan, namun cukup untuk menarik perhatian siapa pun yang melihatnya.
Rambutnya ditata sederhana dengan make-up tipis. Semuanya terlihat sempurna, ia menatap bayangannya. Cukup lama dalam keterdiaman, tidak ada yang kurang. Namun juga tak ada yang terasa utuh. Seolah semua hanya tampilan luar.
“Akan terlambat, bila tak berangkat sekarang”
Suara itu terdengar dari arah pintu. Fania menoleh, Ronald berdiri di sana. Dengan setelan jas rapi, pria itu terlihat seperti biasanya tenang, dingin, sulit ditebak. Tatapannya singkat, hanya sekilas dan tanpa ekspresi.
Fania mengangguk pelan. “Iya"
Hanya itu, tak ada pujian, tak ada komentar, dan tak ada kalimat sederhana seperti dulu
“Kamu cantik”
Padahal dulu hal kecil seperti itu tidak pernah ia lewatkan. Fania mengalihkan pandangannya, cepat. Seolah tidak ingin tinggal terlalu lama dalam perbandingan itu.
Mereka berjalan berdampingan keluar kamar.
Langkah mereka seirama. Dekat, namun terasa jauh. Seperti dua orang yang tahu arah yang sama. Namun tidak benar-benar berjalan bersama.
Sesampainya di lokasi acara, suasana hangat langsung menyambut. Tawa keluarga terdengar dari berbagai sudut. Anak-anak berlarian di halaman. Orang-orang dewasa berbincang santai, membicarakan hal-hal ringan hingga topik yang lebih serius.
“Kalian akhirnya datang juga!”
Seorang wanit…
RONALD & FANIA
BAB 11
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments