Malam semakin larut. Lampu kamar tetap redup. Menyisakan kehangatan yang tidak berlebihan namun cukup untuk membuat segalanya terasa lebih dekat.
Udara di dalam kamar terasa berbeda. Tidak lagi tegang, tidak lagi dipenuhi hal-hal yang belum terucap. Lebih tenang dan lebih jujur.
Fania duduk di tepi tempat tidur. Namun kali ini tidak lagi kaku. Tidak ada lagi bahu yang menegang. Tidak ada lagi napas yang ditahan. Ia duduk dengan tubuh yang lebih rileks. Seolah beban yang tadi memenuhi dadanya sudah sedikit terangkat.
Ronald berdiri di depannya. Jarak mereka tidak jauh. Namun juga tidak terburu untuk dipangkas. Seolah keduanya ingin menikmati setiap detik yang perlahan kembali. Bukan karena ragu. Namun karena kali ini mereka tidak ingin terburu-buru lagi.
Fania menatapnya. Lebih lama dari sebelumnya. Tatapannya tidak lagi mencari jawaban. Tidak lagi penuh tanya. Lebih seperti memastikan. Bahwa ini nyata, bahwa semua yang terjadi tadi bukan sekadar emosi sesaat. Namun sesuatu yang benar-benar kembali.
Ronald membalas tatapannya, tidak menghindar. Tidak lagi menyembunyikan apa pun. Ada kehangatan di sana yang sempat hilang. Yang sempat ia tahan. Dan kini kembali terlihat jelas.
“Aneh ya” gumam Fania pelan.
Ronald sedikit mengernyit. Namun matanya tetap lembut.
“Apa?”
Fania tersenyum kecil, tipis. Namun tulus.
“Kita sejauh itu.” Ia berhenti, menarik napas. Seolah mengingat semua yang sudah mereka lewati.
“Padahal ternyata tak pernah benar-benar hilang.” Kalimat itu sederhana namun jujur.
Ronald menghela napas pelan, ada sesuatu di dalam dirinya yang ikut bergerak. Bukan penyesalan saja tapi juga rasa syukur kecil. Bahwa semuanya belum terlambat.
Ia melangkah mendekat, pelan. Tidak tergesa.
Seolah memastikan setiap langkahnya tidak merusak apa yang baru saja mereka bangun. Tangannya terangkat, menyentuh pipi Fania dengan lembut.
Tidak seperti dulu yang tanpa ragu, sekarang lebih hati-hati dan lebih sadar.
Fania tidak menolak, tidak juga menghindar. Ia justru sedikit memir…
RONALD & FANIA
BAB 39
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments