Kesibukan Ronald sudah berada di titik yang tidak lagi bisa disebut sekadar sibuk, ia berpindah dari satu kota ke kota lain, dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.
Bahkan beberapa hari terakhir ia lebih sering berada di pesawat atau ruang rapat hotel daripada di rumahnya sendiri.
Fania sebenarnya sudah mencoba memahami itu, sangat mencoba namun ada satu hal kecil yang perlahan berubah menjadi besar, dan hal kecil itu adalah kehadiran.
Malam itu Ronald baru pulang hampir tengah malam, tubuhnya lelah, pikirannya penuh namun begitu membuka pintu kamar, ia melihat Fania masih belum tidur.
Wanita itu duduk di ranjang sambil memeluk lutut, menunggu, seperti dulu, seperti kebiasaannya namun kali ini tidak ada senyum kecil yang biasanya menyambutnya, hanya tatapan tenang, terlalu tenang.
"Aku nungguin kamu makan." Ucap Fania pelan.
Ronald melepas jasnya. "Maaf, tadi meetingnya molor."
Fania mengangguk kecil. "Aku masakin makanan."
"Maaf, Fan. Aku udah makan di luar sama klien."
Gerakan Fania berhenti namun ia tidak berkata apa-apa, ia hanya mengangguk lagi.
Ronald duduk di tepi ranjang, mengusap wajahnya lelah. "Aku capek banget hari ini."
"Hm."
Respons singkat itu membuat Ronald menoleh, Fania masih menatapnya, tidak marah, tidak tersinggung, hanya menunggu.
"Ada apa?" tanya Ronald akhirnya.
Fania ragu beberapa detik. "Aku cuma pengen kamu di sini sebentar aja." Kalimat itu sederhana, tapi berat.
Ronald menghela napas. "Fan, aku baru pulang kerja."
"Aku tahu."
"Besok aku harus berangkat lagi pagi-pagi."
"Aku juga tahu."
Suasana mulai berubah bukan menjadi marah, tapi menegang.
"Aku lagi ada banyak banget yang harus diselesaikan."
"Aku ngerti."
"Tapi kamu kayak nggak ngerti kalau aku juga lagi berjuang."
Fania terdiam, lalu pelan berkata. "Aku ngerti kamu capek."
"Tapi aku juga capek nunggu."
Kalimat itu membuat Ronald diam, beberapa detik tidak ada suara, hanya jam dinding yang terdengar.
Ronald berdiri. "Aku nggak punya waktu buat ini sekarang."
Fania langsung men…
RONALD & FANIA
BAB 98
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments