Kehamilan memang membawa banyak perubahan. Bukan hanya pada tubuh Fania.
Tapi juga pada kebiasaannya. Dan salah satu perubahan terbesar yang mulai dirasakan Ronald adalah ngidam.
Awalnya Ronald mengira ngidam hanyalah keinginan makan sesuatu yang spesifik. Ternyata tidak sesederhana itu. Sangat tidak sederhana.
Hari itu pukul sembilan malam. Mereka sudah berada di kamar. Lampu sudah diredupkan. Ronald bahkan sudah hampir tertidur ketika tiba-tiba seseorang menggoyang lengannya pelan.
"Nald..."
Ronald membuka satu mata. "Hm?"
Fania terlihat ragu-ragu. "Aku pengen sesuatu."
Ronald langsung duduk. Pengalaman beberapa minggu terakhir membuatnya refleks. "Apa?"
Fania menggigit bibir.."Pengen mangga muda."
Ronald mengangguk. "Oke."
"Tapi..." Ronald langsung curiga.
"Tapi apa?" Fania menunduk.
"Mangganya harus yang asem banget."
Ronald menghela napas kecil. "Toko buah sudah tutup semua."
Fania terdiam. Wajahnya langsung berubah. Bibirnya sedikit turun. Matanya terlihat kecewa. Dan Ronald langsung panik. Karena ekspresi itu terlalu menyedihkan.
"Fan..."
"Tak apa-apa." Nada suaranya justru membuat Ronald semakin tidak tenang.
"Aku tahan saja."
Ronald menutup mata. Selesai, dia kalah.
Lima belas menit kemudian Ronald sudah memakai jaket.
"Kamu mau ke mana?" tanya Fania.
"Cari mangga."
"Nald, tak perlu."
"Aku sudah terlanjur bangun."
Padahal mereka sama-sama tahu itu bohong. Dan satu jam kemudian Ronald pulang membawa sekantong mangga muda dari pedagang buah yang kebetulan masih buka.
Fania langsung tersenyum lebar. Senyum yang menurut Ronald cukup untuk membayar semua usaha tadi. Namun ternyata ngidam tidak selalu tentang makanan.
***
Kadang sangat aneh, seperti siang itu. Fania sedang duduk di sofa sambil menonton televisi. Tiba-tiba ia memanggil.
"Nald."
"Iya?"
"Aku pengen dipeluk."
Ronald yang sedang membaca laporan langsung menoleh.
"Sini."
Fania menggeleng. "Malas jalan."
Ronald menatapnya. Lalu menghela napas. Kemudian bangkit. Dan berjalan menghampiri istrinya.
Fania…
RONALD & FANIA
BAB 82
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments