Hari-hari terus berjalan.
Putra mereka semakin aktif di sekolah, Ronald semakin sibuk dengan pekerjaannya yang sedang memasuki proyek besar, sementara Fania juga mulai lebih sering kembali ke butik karena beberapa cabang baru sedang dipersiapkan.
Livia memang masih menjadi tangan kanan yang sangat bisa diandalkan namun ada beberapa keputusan yang tetap harus diambil langsung oleh Fania.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, keduanya kembali tenggelam dalam kesibukan masing-masing, dan tanpa mereka sadari, kesibukan itu mulai mencuri sesuatu yang selama ini selalu mereka jaga.
Waktu.
Pagi-pagi sekali Ronald sudah berangkat ketika Fania bangun, hanya secangkir kopi hangat dan secarik kertas kecil yang tertinggal di meja makan.
"Berangkat dulu. Jangan lupa sarapan. Love you."
Fania tersenyum kecil membaca tulisan tangan suaminya namun senyum itu hanya bertahan beberapa detik, karena beberapa menit kemudian ponselnya juga mulai dipenuhi panggilan dari butik.
Hari itu jadwalnya penuh, mulai dari rapat dengan tim desain, bertemu pemasok bahan, hingga mengecek lokasi cabang baru, bahkan waktu makan siangnya pun hampir tidak ada.
Di sisi lain, Ronald juga tidak kalah sibuk, sejak proyek baru dimulai, hampir setiap hari ia pulang lebih malam, rapat yang seharusnya selesai sore sering kali molor hingga malam.
Belum lagi berbagai laporan yang harus diselesaikan sebelum tenggat waktu, saat akhirnya sempat melihat ponsel, biasanya sudah ada beberapa pesan dari Fania.
"Sudah makan?"
"Jangan lupa istirahat."
"Pulang jam berapa?"
Ronald hampir selalu membalas namun sering kali balasannya hanya singkat.
"Masih meeting."
"Sebentar lagi."
"Nanti ya."
Bukan karena tidak ingin mengobrol melainkan karena benar-benar tidak memiliki kesempatan.
***
Malam itu Ronald baru tiba di rumah hampir pukul sebelas, rumah sudah sepi, lampu ruang keluarga masih menyala, Fania tertidur di sofa sambil memegang tablet yang masih menampilkan desain butik.
Ronald menghela napas pelan, ia mendekat,…
RONALD & FANIA
BAB 95
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments