Pagi itu rumah terasa lebih hidup. Cahaya matahari masuk lebih hangat dari hari-hari sebelumnya, menyapu lantai dan dinding dengan warna keemasan yang lembut. Udara terasa lebih ringan, namun anehnya justru membuat segalanya terasa lebih jelas.
Fania turun dari tangga dengan langkah pelan. Ia mengenakan outfit kasual yang tetap terlihat elegan. Rambutnya tergerai rapi di bahu, sedikit bergoyang mengikuti langkahnya.
Namun begitu pandangannya menangkap sosok di ruang makan, langkahnya terhenti.
Ronald. Pria itu sudah duduk di sana. Benar. Seperti yang ia katakan semalam. Duduk santai dengan secangkir kopi di tangannya.
Tidak terburu-buru, tidak sibuk, tidak ada laptop, tidak ada panggilan. Hanya diam
menikmati pagi. Tenang dan berbeda.
Fania menatapnya sepersekian detik lebih lama dari biasanya. Ada sesuatu yang terasa asing. Namun bukan asing karena jauh melainkan karena terlalu dekat.
Hal yang jarang ia lihat. Namun ia tidak menanggapi lebih jauh. Ia kembali melangkah duduk di kursinya. Berhadapan seperti biasa.
Namun suasana tidak lagi sama. Ada kesadaran di antara mereka. Diam yang terasa lebih penuh.
“Kau jadi keluar?” tanya Ronald.
Fania sedikit terkejut, sangat tipis. Namun cukup terasa. Ia tidak menyangka Ronald akan membuka percakapan lebih dulu.
“Iya,” jawabnya singkat.
Ronald mengangguk, mengambil sedikit jeda.
“Dengan siapa?” Pertanyaan itu sederhana. Namun ada sesuatu dalam nadanya. Bukan sekadar bertanya. Lebih memperhatikan.
Fania menoleh sekilas. Seolah mencoba membaca maksudnya.
“Temanku” jawabnya.Nada suaranya tetap datar, namun pikirannya mulai bergerak.
Ronald mengangguk lagi, tidak bertanya lebih jauh. Namun diamnya kali ini tidak kosong.
Seolah ada sesuatu yang ia tahan.
Fania mengalihkan pandangannya. Ia menyelesaikan sarapannya lebih cepat dari biasanya. Seolah ingin keluar dari situasi itu. Situasi yang tidak ia mengerti.
“Aku pergi” ujarnya.
Ronald hanya mengangguk. “Hati-hati.” Kalimat itu sederhana. Pendek namun terasa hangat.
Dan justr…
RONALD & FANIA
BAB 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments