Fania duduk di kursinya dalam diam. Tangannya masih menggenggam gelas, meski minumannya sudah hampir habis. Uap dingin dari es yang mencair perlahan membasahi permukaan kaca, namun Fania tidak benar-benar menyadarinya.
Percakapan di sekelilingnya masih berlangsung, tawa, candaan suara yang saling bersahutan. Namun pikirannya tidak di sana, terpecah. Tertarik pada satu titik yang sama sejak beberapa menit lalu. Wanita itu, caranya berbicara dengan Ronald dan cara Ronald menanggapinya. Terasa berbeda, halus hampir tak terlihat jika tidak diperhatikan dengan seksama.
Namun Fania memperhatikan, dan justru karena itu ia tidak bisa mengabaikannya.
“Masih sibuk, Ron?” tanya wanita itu santai, menyandarkan tubuhnya sedikit ke kursi. Panggilan yang berbeda dari kerabat lainnya, Fania terusik dengan panggilan itu.
Ronald mengangguk. “Seperti biasa.” Jawabannya pendek, seperti yang selalu ia lakukan. Namun tidak sepenuhnya dingin.
Wanita itu tersenyum kecil. “Kau tak pernah berubah.” Nada suaranya terlalu akrab. Seolah ia berbicara tentang sesuatu yang sudah lama ia kenal. Bukan sekedar kenal, tapi pernah dekat sepertinya.
Fania menggenggam gelas di tangannya sedikit lebih erat, terasa tekanan kecil di sana secara refleks. Namun wajahnya tetap tenang, terkontrol tak menunjukkan apa-apa.
“Aku dengar kau sering ke luar negeri,” lanjut wanita itu.
Ronald hanya mengangguk, tidak banyak penjelasan. Tidak perlu. Seolah wanita itu sudah mengerti tanpa harus dijelaskan panjang.
Fania melirik sekilas, perhatian kecil tanpa sadar. Ia bahkan tidak tahu kenapa ia melakukan itu.
Wanita itu tertawa kecil. “Dulu juga begitu.”
Dulu, satu kata namun terasa seperti menarik sesuatu dari masa lalu ke dalam ruang yang sekarang. Kata itu mengendap dan mengganggu. Namun Fania mengalihkan pandangannya mencoba fokus ke hal lain.
Suara sendok yang beradu, lampu yang bergoyang pelan, apa saja. Namun gagal, pikirannya tetap kembali ke sana.
“Eh, kalian terlihat begitu dekat dulu,” celetuk salah satu sep…
RONALD & FANIA
BAB 14
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments