Pintu kamar tertutup. Kali ini lebih keras dari biasanya. Fania berdiri tepat di baliknya, tidak bergerak dan tangannya masih menempel di gagang pintu. Seolah kalau ia melepas semuanya akan benar-benar jatuh.
Dadanya naik turun cepat dan tidak teratur. Ia menutup mata sekejap, namun yang muncul justru gambar itu lagi. Ronald dan wanita itu yang terlihat dekat, tertawa dan tampak nyaman. Seperti bukan yang pertama kali.
“Mereka hanya sepupu,” bisiknya pelan. Seolah itu cukup, seolah itu tak harus cukup. Namun tubuhnya tidak percaya.
Ia mendorong dirinya menjauh dari pintu, langkahnya cepat menuju cermin. Berhenti tepat di depannya menatap wajahnya sendiri. Matanya terlalu jujur
“Apa yang sedang ku lakukan.” Ia menggeleng, kesal. Bukan pada siapa-siapa tapi pada dirinya sendiri.
“Aku tak cemburu.” Kalimat itu keluar dengan tegas, lebih keras dari sebelumnya. Seolah sedang memarahi seseorang. Padahal ia sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Ia tertawa kecil, terasa hambar.
“Itu tak mungkin.” Ia menyilangkan tangannya menatap bayangannya dengan tajam.
“Aku sudah tak mencintainya.” Satu kalimat yang ia ulang, lagi dan lagi. Namun setiap kali diucapkan rasanya semakin tipis.
Semakin tidak kuat, seolah hanya lapisan luar yang menutupi sesuatu yang jauh lebih dalam. Ia memalingkan wajah, tidak sanggup melihat dirinya sendiri terlalu lama.
Langkahnya menuju ranjang, duduk lalu berdiri lagi. Ia terlihat gelisah dan tak bisa diam. Pikirannya terlalu bising.
“Hanya kebetulan.” Ia kembali bicara dengan cepat. “Mereka bertemu karena memang ingin bertemu.” Ia mengangguk sendiri, menyusun logika.
“Wajar, mereka keluarga.” Masuk akal, dan sangat masuk akal. Namun kenapa dadanya tetap sakit? Ia berhenti, kali ini benar-benar berhenti. Menekan dadanya sendiri, di sana rasa itu masih ada, tidak hilang, tidak mengecil, justru semakin jelas. Dan itu membuatnya kesal.
“Kenapa aku sebenarnya” gumamnya. Lebih frustrasi karena logikanya tidak sejalan dengan perasaannya.
Pintu k…
RONALD & FANIA
BAB 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments