Satu minggu setelah Fania memeriksakan kesehatannya, kehidupan mereka berjalan lebih tenang.
Ronald semakin konsisten pulang tepat waktu.
Setiap pagi ia selalu membantu menyiapkan sarapan, meski hanya mengangkat piring atau membuat teh hangat.
Setiap siang, ia tidak pernah lupa mengirim pesan.
«Udah makan belum? Jangan telat.»
Fania selalu membalas dengan jawaban singkat.
«Udah, Mas.»
Meski sederhana, perhatian itu perlahan mengisi kembali ruang kosong di hatinya.
Namun pekerjaan Ronald mulai memasuki masa yang sangat sibuk.
Perusahaannya sedang menangani proyek besar yang mengharuskannya mengikuti rapat hampir setiap hari.
Suatu sore, Ronald menerima telepon dari atasannya.
"Pak Ronald, minggu depan kemungkinan ada perjalanan dinas tiga hari."
Ronald langsung terdiam.
Perjalanan dinas.
Dulu, ia mungkin akan langsung mengiyakan.
Kini, pikirannya justru tertuju pada Fania.
"Apa tidak bisa diwakilkan?"
"Tidak. Klien meminta Bapak langsung."
Ronald mengembuskan napas panjang.
"Baik, saya pertimbangkan."
Sesampainya di rumah, Ronald tampak lebih banyak diam.
Fania yang sedang menyiram tanaman memperhatikannya.
"Mas, ada masalah di kantor?"
Ronald tersenyum tipis.
"Nggak apa-apa."
Fania langsung menatapnya.
"Lho..."
"Sekarang Mas yang bilang 'nggak apa-apa'?"
Ronald tertawa kecil.
"Iya juga."
Ia akhirnya menceritakan rencana perjalanan dinas itu.
Fania mendengarkan tanpa menyela.
"Lalu Mas mau berangkat?"
"Aku belum tahu."
"Kalau bisa, aku pengin nolak."
Fania menggeleng pelan.
"Jangan."
Ronald mengernyit.
"Kenapa?"
"Itu tanggung jawab Mas."
"Aku nggak mau Mas mengorbankan pekerjaan karena aku."
Ronald memandang wajah istrinya cukup lama.
"Yang aku takutkan bukan pekerjaan."
"Lalu?"
"Aku takut ninggalin kamu."
Kalimat itu membuat Fania membeku.
Sudah lama sekali Ronald tidak mengatakan sesuatu yang membuatnya merasa begitu berarti.
Namun di balik senyumnya, dada Fania kembali terasa sesak.
Entah karena lelah...
Atau karena firasat aneh yang sejak beberapa hari terakh…
RONALD & FANIA
BAB 140
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments