Pagi kedua tanpa Ronald terasa sedikit berbeda.
Fania terbangun ketika cahaya matahari mulai masuk melalui celah tirai. Tangannya secara refleks meraba sisi tempat tidur yang biasanya ditempati Ronald.
Kosong.
Ia tersenyum kecil.
"Masih tiga hari."
Fania bangkit perlahan, lalu merapikan tempat tidur.
Dari kamar sebelah terdengar suara putra mereka.
"Mama!"
"Iya?"
"Papa udah telepon?"
Fania tertawa kecil.
"Belum. Papa masih pagi di sana."
"Oh."
Anak itu kembali berbaring.
"Aku kira Papa pulang."
Fania menghampirinya lalu mengusap rambutnya.
"Nanti Papa telepon."
"Janji?"
"Janji."
---
Di sisi lain, Ronald sudah berada di ruang rapat sejak pagi.
Agenda hari itu cukup padat.
Presentasi, pertemuan dengan klien, dan pembahasan proyek berlangsung hampir tanpa jeda.
Ponselnya terus bergetar karena berbagai pesan pekerjaan.
Namun di sela kesibukannya, satu pesan dari Fania membuat perhatiannya berhenti.
«Jangan lupa sarapan.»
Ronald tersenyum.
Ia membalas singkat.
«Sudah. Kamu juga jangan lupa makan.»
Fania langsung membalas.
«Aku sudah.»
Ronald memasukkan ponselnya kembali ke saku.
Entah kenapa, hanya beberapa kata dari Fania sudah cukup membuat pikirannya lebih tenang.
---
Siang hari, Fania membawa putra mereka ke taman dekat rumah.
Udara cukup cerah setelah hujan beberapa hari terakhir.
Anak itu berlari mengejar gelembung sabun yang dibelikan Fania.
"Mama lihat!"
"Iya!"
"Bagus kan?"
"Bagus."
Fania duduk di bangku taman sambil tersenyum.
Ponselnya berdering.
Ronald.
Fania langsung mengangkat.
"Halo?"
"Di mana?"
"Di taman."
"Sama siapa?"
"Sama anakmu."
Ronald tertawa.
"Anakku?"
"Iya."
"Kirain anak tetangga."
Fania ikut tertawa.
"Dia lagi main."
"Sehat?"
"Sehat."
"Kalau kamu?"
"Sehat juga."
Ronald terdiam sebentar.
"Aku cuma mau dengar suara kalian."
Fania tersenyum.
"Kenapa?"
"Kangen."
Fania menatap putra mereka yang sedang berlari.
"Kami juga."
Kemudian ia mengarahkan kamera ke anak mereka.
"Papa!"
Anak itu langsung berlari mendekat.
"Halo, Pa!"
"Halo, Jagoan."
"Papa kapan…
RONALD & FANIA
BAB 156
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments