Malam semakin larut.
Lampu kamar hotel hanya menyisakan cahaya redup. Tenang. Hangat.
Dan untuk pertama kalinya sejak siang tadi Fania benar-benar diam. Bukan karena menahan namun karena mulai tenang. Ia masih berada di dalam pelukan Ronald. Dekat. Sangat dekat. Seolah tidak ingin memberi celah sedikit pun.
Tangannya masih menggenggam kemeja pria itu. Pelan. Namun tidak lepas. Ronald mengusap rambutnya perlahan. Berulang. Tidak terburu-buru. Tidak banyak bicara.
Namun kehadirannya, cukup.
“Nald…” panggil Fania pelan. Suaranya lebih lembut dari sebelumnya. Lebih rapuh.
Ronald menunduk sedikit. “Hm?”
Fania tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangkat wajahnya perlahan. Menatap Ronald dari jarak yang sangat dekat.
Tatapan mereka bertemu. Dan di sana masih ada sisa keraguan kecil. Tidak besar namun cukup terasa.
“Kamu… yakin tak suka mereka?” tanyanya pelan namun jujur.
Ronald terdiam sejenak. Bukan karena ragu namun karena ingin menjawab dengan benar. Dengan jelas.
Ia mengangkat tangannya. Menyentuh pipi Fania perlahan. Lembut.
Mengarahkan wajah wanita itu agar benar-benar menatapnya.
“Fan…” Nada suaranya rendah sekarang. Lebih serius.
Fania menatapnya diam-diam. Menunggu.
Dan kali ini, tidak menghindar.
“Aku kerja sama mereka.” Ronald mulai bicara perlahan. Tenang.
“Tapi aku tak punya ketertarikan pada mereka.” Ia berhenti sejenak. Memastikan setiap katanya sampai.
“Dan tak akan pernah.”
Fania menatapnya. Masih diam. Masih mendengar.
Ronald melanjutkan. “Yang aku punya… hanya kamu.”
Kalimat itu tidak panjang namun jelas. Tegas.
Dan tidak memberi ruang untuk tafsir lain.
Sunyi kecil muncul. Namun kali ini sunyi yang terasa hangat.
Fania tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Ronald lebih lama. Mencari. Merasakan. Dan perlahan sesuatu di dalam dirinya mulai benar-benar luluh.
“Hanya aku?” tanyanya lagi pelan. Lebih seperti memastikan.
Ronald mengangguk. “Iya.” Tanpa ragu sedikit pun.
Fania menggigit bibir bawahnya kecil.Lalu tanpa sadar, ia mendekat lagi. Lebih dekat…
RONALD & FANIA
BAB 67
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments