Siang itu, Fania duduk di sebuah kafe dengan konsep terbuka. Angin sepoi-sepoi berhembus pelan, membawa aroma kopi yang menenangkan.
Di hadapannya, Chaerlina tengah tertawa kecil. Sementara pria di sampingnya menatap dengan penuh perhatian. Tangannya sesekali meraih gelas Chaerlina, memastikan wanita itu tidak kesulitan.
Gestur kecil namun hangat, Fania memperhatikan dalam diam.
“Fan?” panggil Chaerlina, menyadari sahabatnya itu tidak fokus.
Fania tersentak kecil. “Hm? Ya?”
“Kau kembali melamun” ujar Chaerlina sambil tersenyum tipis.
Fania menggeleng pelan. “Tidak, aku hanya lelah”
Alasan yang sama, dan lagi-lagi digunakan.
Chaerlina tidak langsung menanggapi. Ia hanya saling pandang dengan pasangannya, lalu tersenyum kecil.
“Dia memang begitu, denial” celetuk pria itu santai.
Fania mengerutkan kening. “Maksudnya?”
Chaerlina terkekeh. “Kau jelas terlihat banyak pikiran, tapi tak mau mengakuinya.”
Fania terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis.
“Itu hanya perasaanmu” jawabnya ringan. Namun jawabannya tak benar-benar meyakinkan.
Obrolan kembali berjalan. Chaerlina bercerita banyak hal, sesekali diselingi candaan dengan pasangannya.
Fania banyak mendengarkan, sesekali ikut menanggapi. Karena memang benar, kepalanya penuh dengan banyak hal.
Fania terlihat sesekali mengalihkan pandangannya kearah mereka. Cara pria itu merapikan rambut Chaerlina yang tertiup angin. Cara Chaerlina bersandar santai di bahunya. Cara mereka berbicara tanpa canggung, dan tanpa jarak.
Fania menatap cukup lama, ada sesuatu yang terasa mengusik. Namun ia tak segera menyadarinya.
“Atau memang tak mau sadar?” bisik kecil dalam dirinya.
Fania mengalihkan pandangannya cepat, menyeruput minumannya. Mencoba fokus, namun bayangan itu tetap tertinggal. Tanpa sadar, ingatannya melayang. Ke masa lalu.
Saat ia dan Ronald masih seperti itu. Saat mereka masih hangat, begitu dekat, dan tanpa sekat. Ronald yang dulu selalu memastikan Ia makan tepat waktu. Ronald yang sering mengganggu hanya untuk melihat reaks…
RONALD & FANIA
BAB 10
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments