Hari-hari setelah kabar kehamilan itu tidak selalu dipenuhi tawa. Ada bahagia. Sangat banyak bahagia. Namun di balik itu ada fase yang tidak bisa dihindari.
Tubuh Fania mulai berubah perlahan. Hormon mulai mengambil alih banyak hal. Dan ternyata hamil tidak seindah bayangan romantis yang sering orang lihat.
Karena ada mual. Ada lemas. Ada perubahan emosi yang datang tiba-tiba. Dan ada tubuh yang perlahan belajar menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di dalamnya.
Pagi itu langit bahkan belum benar-benar terang. Jam di samping tempat tidur baru menunjukkan pukul enam lewat sedikit. Rumah masih sunyi. Tidak ada suara apa pun.
Namun Ronald sudah terbangun. Bukan karena alarm. Bukan karena panggilan kerja.
Namun karena suara pelan yang kini mulai terlalu familiar di telinganya.
“Sayang…” Suara itu terdengar lemah. Dari arah kamar mandi.
Dan dalam hitungan detik kantuk Ronald langsung hilang. Ia bangun cepat. Langkahnya langsung menuju kamar mandi tanpa berpikir panjang.
Pintu sedikit terbuka. Dan di sana Fania berdiri membungkuk di depan wastafel.
Wajahnya pucat. Tangannya menahan pinggir wastafel erat. Bahu kecilnya naik turun pelan.
Ronald langsung mendekat. Tangannya sigap menyingkirkan rambut Fania ke belakang. Satu tangannya lagi mengusap punggung wanita itu perlahan. Tidak banyak bicara. Karena akhir-akhir ini mereka sudah terlalu sering berada di situasi seperti ini.
Beberapa menit berlalu. Fania akhirnya sedikit tenang. Namun tubuhnya terlihat jauh lebih lemas dibanding semalam. Ronald mengambil segelas air. Lalu memberikannya pelan.
“Minum dulu.” gumamnya lembut.
Fania menerimanya. Tangannya bahkan sedikit gemetar saat memegang gelas itu.
Ronald memperhatikan. Diam. Ada rasa tidak tega setiap kali melihat Fania seperti ini.
Karena biasanya wanita itu selalu terlihat kuat. Selalu aktif. Selalu banyak bicara.
Namun sekarang hal sederhana seperti berdiri terlalu lama saja bisa membuatnya kelelahan.
“Capek…” gumam Fania pelan setelah minum.
Nada suaranya kecil. S…
RONALD & FANIA
BAB 79
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments