Tangis Fania belum mereda. Bahunya masih bergetar pelan. Napasnya naik turun, tidak teratur kadang tertahan di tengah, kadang terlepas begitu saja.
Dan tangannya masih menggenggam kemeja Ronald, seolah itu satu-satunya hal yang membuatnya tetap berdiri. Kain itu sedikit kusut di genggamannya. Jari-jarinya memutih. Terlihat jelas ia tidak sedang memegang, ia sedang bertahan.
Ronald diam beberapa detik. Tidak terburu-buru, tidak langsung bicara. Ia membiarkannya, memberi ruang bagi semua yang selama ini tertahan untuk benar-benar keluar.
Namun ketika tangis itu justru semakin dalam semakin berat seperti tidak ada tanda akan berhenti ia akhirnya bergerak. Pelan, hati-hati, tangannya terangkat. Sejenak ragu.
Bukan karena ia tidak ingin. Namun karena ia tahu selama ini, jarak itu dibuat oleh Fania. Dan ia selalu menghormatinya. Namun sekarang Fania tidak menjauh. Tidak menolak.
Dan itu cukup, lalu ia memeluk Fania. Bukan pelukan yang ragu. Bukan pelukan yang canggung. Namun pelukan yang familiar.
Hangat, menahan, dan menjaga. Seperti sesuatu yang sudah sangat dikenal oleh tubuh meskipun sempat hilang.
Tubuh Fania langsung merespons. Refleks.
Tanpa berpikir, ia tidak menolak, tidak pula kaku. Justru semakin mendekat. Seolah tubuhnya lebih jujur daripada pikirannya.
Wajahnya tenggelam di dada Ronald. Tangannya berpindah tidak lagi hanya menggenggam kemeja, namun memeluk balik.
Tangisnya pecah lebih keras, lebih dalam dan lebih jujur. Seolah semua yang ia tahan selama ini akhirnya menemukan tempat untuk jatuh.
Ronald mengusap punggungnya pelan naik turun, berulang. Ritmenya stabil, tidak terburu-buru.
Seolah ingin berkata. "Aku di sini, semuanya akan baik-baik saja.”
“Sudah.” Suaranya rendah, tenang. Hampir seperti bisikan. “Sudah, Fan”
Namun Fania menggeleng kecil, masih terisak.
“Tak bisa” Suaranya pecah.
“Tak bisa…” Ia bahkan tidak tahu apa yang tidak bisa.
Berhenti menangis? Mengontrol diri? Atau menerima bahwa ia masih peduli? Semua bercampur. Semua terlalu penuh.
Ro…
RONALD & FANIA
BAB 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments