Di depan restoran, mereka berhenti sejenak.
Berpamitan, pelukan singkat, candaan terakhir. Janji untuk bertemu lagi.
“Besok libur kan?” Livia memastikan.
Fania mengangguk. “Ya.”
Chaerlina tersenyum. “Tidur yang puas.”
Mark menambahkan. “Kalau bisa.”
Semua tertawa kecil.
Lalu satu per satu mereka masuk ke mobil masing-masing. Berpisah. Namun tidak terasa jauh.
Di dalam mobil suasana kembali tenang. Ronald menyetir dengan Fania di sampingnya dalam diam. Namun bukan karena kelelahan.
Lebih seperti menyimpan sisa hangat dari malam itu.
Fania menoleh, melihat Ronald.
“Seru ya.” gumamnya pelan.
Ronald mengangguk. “Iya.” Jawabnya singkat. Namun suaranya tidak dingin.
Fania tersenyum. Lalu menyandarkan kepalanya. Malam itu terasa lengkap. Namun kehidupan tidak berhenti di sana.
***
Hari berganti. Rutinitas kembali berjalan, dan kesibukan mulai mengambil tempatnya lagi. Beberapa hari setelah itu, ritme kembali padat. Fania dengan pekerjaannya. Meeting. Deadline. Keputusan-keputusan yang harus diambil cepat.
Sementara Ronald tidak kalah sibuk. Perjalanan. Klien. Tanggung jawab yang menumpuk.
Awalnya semua terasa biasa. Mereka tetap saling mengabari. Tetap bertukar pesan. Tetap menjaga. Namun perlahan jarak kecil mulai muncul.
Bukan jarak fisik namun waktu. Perhatian. Dan hal-hal kecil yang mulai terlewat.
Suatu malam Fania pulang lebih dulu. Jam sudah lewat dari biasanya. Tubuhnya lelah.
Kepalanya penuh. Ia masuk ke rumah.
Sepi.
Ronald belum pulang. Fania meletakkan tasnya. Menghela napas panjang. Lalu duduk di sofa. Menatap kosong ke depan. Ponselnya di tangan. Namun tidak ada pesan baru.
Ia membuka chat Ronald. Terakhir beberapa jam lalu. Singkat dan sangat formal. Seperti laporan.
Fania menghela napas lagi lebih berat. “Lelah…” gumamnya pelan. Namun bukan hanya fisik.
Pintu rumah terbuka. Ronald masuk dengan angkah cepat. Namun begitu melihat Fania, ia melambat.
“Kamu sudah pulang.” Ujarnya.
Fania menoleh. “Iya.” Jawabnya singkat.
Ronald meletakkan barangnya.
“Maaf terlam…
RONALD & FANIA
BAB 58
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments