Hari keempat menjadi hari terakhir Ronald berada di Singapura.
Seluruh agenda pekerjaannya akhirnya selesai lebih cepat dari perkiraan. Rekan-rekan bisnisnya mengajak makan siang sebagai penutup kerja sama yang berhasil mereka capai.
"Selamat, Pak Ronald. Proyek ini berjalan sangat baik."
Ronald mengulas senyum tipis.
"Terima kasih."
Ia ikut duduk di meja makan bersama mereka, tetapi pikirannya terus melayang.
Entah mengapa, ia hanya ingin segera pulang.
Bukan ke Indonesia.
Melainkan ke rumah.
Ke tempat di mana Fania dan putra mereka menunggu.
Di rumah, sejak pagi putra mereka sudah berulang kali bertanya.
"Mama."
"Iya, Sayang?"
"Papa pulang hari ini, kan?"
"Iya."
"Jam berapa?"
Fania tersenyum sambil merapikan rambut anaknya.
"Mungkin malam."
Anak itu langsung bersorak kecil.
"Yeay! Aku mau peluk Papa!"
Melihat semangat putranya, Fania ikut tersenyum.
Namun jauh di dalam hatinya muncul rasa gugup yang sulit dijelaskan.
Ia merindukan Ronald.
Sangat merindukannya.
Tetapi ia juga takut.
Takut semuanya akan kembali terasa canggung seperti sebelum Ronald berangkat.
Menjelang siang, Ronald mengirim pesan.
«Pesawatku jam tiga sore. Kalau nggak ada kendala, malam udah sampai rumah.»
Fania membacanya beberapa kali.
Lalu membalas.
«Iya. Hati-hati di perjalanan.»
Ronald kembali menatap layar ponselnya.
Hanya itu.
Lagi.
Ia berharap ada tambahan kalimat.
"Aku sama anak nunggu."
Atau sekadar,
"Cepat pulang ya."
Namun tidak ada.
Ia menghela napas panjang sebelum akhirnya memasukkan ponsel ke saku.
Padahal setelah mengirim pesan itu, Fania berkali-kali ingin menambahkan kalimat lain.
"Aku kangen."
"Kami nunggu."
"Hati-hati, jangan lupa makan."
Namun semuanya dihapus.
Ia merasa kalimat-kalimat itu terlalu bergantung.
Dan ia tidak ingin kembali menjadi istri yang dianggap terlalu manja.
Sore hari, Fania mulai memasak makanan kesukaan Ronald.
Sup buntut.
Ayam bakar.
Sambal favoritnya.
Semuanya ia siapkan dengan teliti.
Putra mereka yang melihat ibunya memasak begitu banyak lan…
RONALD & FANIA
BAB 128
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments