Pagi itu datang tanpa banyak perubahan.
Rumah masih rapi.
Sarapan masih ada di meja.
Tapi suasana di dalamnya tetap terasa seperti sesuatu yang sedang ditahan agar tidak pecah.
Fania sudah bangun lebih dulu seperti biasa.
Ia menyiapkan segala hal untuk anak mereka tanpa banyak suara.
Gerakannya teratur, tapi tidak lagi ringan.
Seperti seseorang yang sudah terlalu lama melakukan sesuatu sendirian sampai tidak ingat rasanya dibantu.
Ronald keluar dari kamar beberapa menit kemudian.
Wajahnya menunjukkan kelelahan yang tidak hilang meski sudah tidur.
Matanya sempat mencari Fania di dapur.
Ia berhenti sebentar di ambang pintu.
“Aku berangkat,” ucapnya pelan.
Fania menoleh.
“Iya.”
Tidak ada tambahan lain.
Tidak ada percakapan kecil yang dulu mengisi pagi mereka.
Hanya satu kata yang cukup untuk mengakhiri momen itu.
Ronald mengangguk kecil lalu pergi.
Langkahnya terdengar jelas di lorong rumah sebelum akhirnya menghilang di balik pintu.
Fania tetap berdiri di dapur beberapa detik setelah itu.
Lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Seolah tidak ada yang baru saja terjadi.
Di kantor, Ronald duduk lama di depan laptopnya tanpa benar-benar bekerja.
Pikirannya kembali ke rumah.
Bukan pada pekerjaan yang menumpuk.
Tapi pada cara Fania menjawabnya pagi tadi.
Singkat.
Netral.
Tidak lagi ada ruang kecil untuk hal-hal yang dulu membuatnya merasa “pulang”.
Ponselnya bergetar.
Pesan dari Livia.
«“Fan tadi nggak kelihatan seperti biasanya. Kamu lagi sibuk ya?”»
Ronald membaca pesan itu lama.
Lalu menutupnya tanpa balasan.
Bukan karena marah.
Tapi karena ia tidak tahu harus menjelaskan apa.
Sore hari, ia pulang lebih awal lagi.
Kali ini tanpa ragu.
Namun saat masuk rumah, suasananya tetap sama.
Fania di dapur.
Anak mereka di ruang tengah.
Semua berjalan seperti skenario yang sudah dihafal.
“Fan,” panggil Ronald.
Fania menoleh.
“Iya?”
Ronald berhenti sejenak.
“Aku bisa ngobrol sebentar?”
Fania mengangguk pelan.
“Bisa.”
Mereka duduk di ruang tengah.
Anak mereka…
RONALD & FANIA
BAB 109
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 160 Episodes
Comments